YOGA DAN KESEHATAN Volume 2, No.1,Juni 2019 74 AJARAN KAMA PADA PATUNG SEKS DI PURA DALEM PURWA DESA PENGASTULAN KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG Kadek Agus Wardana Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Email: agoes.wardana89@gmail.com Abstract: Kamasutra is seen by Hindus as an important book to guide human ethical life. This text beautifully describes the intimacy process of a pair of humans. An outline of the beliefs of Hinduism is love. Hinduism believes that the process of intimacy portrays a high human existence. The teachings are contained in the statue in the Dalem Purwa Temple where the statue depicting sex has a very deep meaning; these statues are not pornographic statues. But as a symbol of the merging of Lord Shiva’s strength with Dewi Parwati (Durga). It can also be interpreted as a symbol of the merging of Kama Bang with Kama Petak (Purusha with Pradhana). Where, there is a union of Shiva symbolized by Lingga with Parvati symbolized by Yoni that is where happiness arises, the emergence of prosperity, and prosperity. When kama bang (egg cell) with kama petak (sperm) meets resulting in fertilization that causes happiness and gives birth to a life of harmony. The meaning of philosophy is poured into statues with the scene of having sex as a symbol of unification. In Hindu sexuality is seen as sacred in human life because it is implicitly contained in purusartha chess teachings, namely dharma, artha, kama, and moksa. One of the goals of human life is the fulfillment of lust or desire (kama) which encourages people to do something, which makes people passionate in this life. One form of kama is fulfillment of sexual needs. The union of Lingga and Yoni gave birth to something new, namely creation. The combination of linga and yoni symbolizes the creation of the world and fertility. Keywords: Seks Statue, Kama Sutra, Purwa Dalem Purwa Abstrak Kamasutra dipandang umat Hindu sebagai kitab penting untuk memandu kehidupan etis manusia. Teks ini mendeskripsikan dengan indah proses keintiman sepasang manusia. Garis besar keyakinan dari agama Hindu adalah cinta. Hinduisme meyakini bahwa proses keintiman mencitrakan eksistensi manusia yang tinggi. Ajaran tersebut tertuang didalam patung yang berstana di Pura Dalem Purwa tersebut dimana patung yang menggambarkan tentang sex tersebut mempunyai arti yang sangat mendalam, Patung-patung ini bukanlah patung porno. Tetapi sebagai simbol menyatunya kekuatan Dewa Siwa dengan Dewi Parwati (Durga). Bisa juga dimaknai sebagai simbol menyatunya Kama Bang dengan Kama Petak (Purusha dengan Pradhana). Dimana, ada penyatuan Siwa dilambangkan Lingga dengan Parwati disimbolkan Yoni di sanalah timbulnya kebahagiaan, munculnya kemakmuran, juga kesejahteraan. Begitupun manusia. Ketika kama bang (sel telur) dengan kama petak (sperma) bertemu mengakibatkan terjadinya pembuahan itulah menyebabkan kebahagiaan serta melahirkan kehidupan yang harmoni. Makna Filosofi itulah yang dituangkan ke dalam patung-patung dengan beradegan berhubungan seks sebagai simbol penyatuan. Dalam Hindu seksualitas dipandang sebagai hal yang sakral dalam kehidupan manusia sebab secara implisit termuat dalam ajaran catur purusartha, yaitu dharma, artha, kama, dan moksa. Salah satu tujuan hidup manusia adalah terpenuhinya nafsu atau keinginan (kama) yang mendorong orang berbuat sesuatu, yang membuat orang bergairah dalam hidup ini. Salah satu wujud kama adalah pemenuhan terhadap kebutuhan seks. Penyatuan Lingga dan Yoni melahirkan sesuatu yang baru, yaitu penciptaan. Perpaduan lingga dan yoni tersebut melambangkan penciptaan dunia dan kesuburan. Kata Kunci: Patung Seks, Kamasutra, Pura Dalem Purwa