Copyright ©2021; EPIGRAPHE, e-ISSN: 2579-9932, p-ISSN: 2614-7203 | 113 Article History Received: 10 Maret 2021 Revised: 23 Mei 2021 Accepted: 27 Mei 2021 Keywords (Kata kunci): church traditions; easter egg; John 12; passover; wheat germ; benih gandum; Paskah; telur paskah; tradisi gereja; Yohanes 12 DOI : http://dx.doi.org/10. 33991/epigraphe.v5i1.239 Menggagas Penggunaan Benih dalam Perayaan Paskah: Analisis Biblikal Yohanes 12:20-26 Alon Mandimpu Nainggolan 1 , Yuni Feni Labobar 2 1, 2 Institut Agama Kristen Negeri Manado, Sulawesi Utara 1 nainggolanalon1008@gmail.com, 2 yunilabobar@gmail.com Abstract Easter is one of the most important Christian and Catholic holidays and dates back to the church in the first century until today. The Passover holiday reminds Christians how Jesus died and was resurrected for the sake of human salvation. There are many ways Christians celebrate Easter, but the most popular of which is Easter is identified with eggs. This study aims to increase understanding of church traditions, especially easter eggs which are believed to have no biblical basis because the Lord Jesus in his ministry never used them as illustrations to explain His death and resurrection. The research method chosen is descriptive qualitative with literature study and exposition approach on the text on John 12:20-26. Celebrating Easter according to Bible standards is very significant today and in the future. That is why taking up Jesus' parable of the wheat is an offer for the church today to gain a relevant understanding of the Passover. Easter celebrations using plant seeds become a symbol of survival for oneself, family, church, environment, and government. Abstrak Paskah adalah salah satu hari raya Kristen dan Katolik yang sangat penting, dan telah dimulai sejak gereja abad pertama hingga saat ini. Hari raya Paskah mengingatkan orang Kristen bagai-mana Yesus mati dan dibangkitkan demi keselamatan manusia. Beragam cara orang Kristen da-lam merayakan hari raya paskah, namun yang paling populer paskah diidentikkan dengan telur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tradisi gereja, khususnya telur paskah yang diyakini tidak memiliki dasar Alkitab, karena Tuhan Yesus dalam pelayanannya tidak pernah menggunakannya sebagai ilustrasi untuk menjelaskan kematian dan kebangkitan-Nya. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan dan pendekatan eksposisi pada teks Yohanes 12:20-26. Merayakan paskah sesuai stan- dar Alkitab adalah sangat signifikan di masa kini dan di masa mendatang. Itu sebab- nya, mengangkat perumpamaan Yesus tentang biji gandum menjadi tawaran bagi ge- reja saat ini untuk memperoleh pemahaman yang relevan tentang paskah. Perayaan paskah dengan menggunakan benih tumbuh-tumbuhan menjadi simbol keberlang- sungan hidup bagi diri sendiri, keluarga, gereja, lingkungan hidup dan pemerintah. 1. Pendahuluan Peristiwa paskah yang pada awalnya merupakan perayaan untuk memperingati pembebasan umat Israel dari penjajahan serta perbudakan dalam konteks kebangsaan. 1 Hal senada dikemu- kakan oleh Siahaan bahwa secara asali perayaan paskah merupakan peringatan tentang per- juangan pembebasan Israel sebagai sebuah bangsa, yang di kemudian hari memberikan implikasi teologis pada peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus. Baginya, peristiwa paskah 1 George W. Knight, Adat Istiadat Alkitab dan Keunikannya dalam Gambar (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015), 40-41. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani e-ISSN: 2579-9932 p-ISSN: 2614-7203 Vol 5, No 1, Mei 2021 (113-125) http://www.stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigraphe