Prosiding Sendika: Vol 5, No 1, 2019 88 PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) PADA MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA Aji Pangestu 1) , Muhammad Nur Daim Ma’sum 2) , Wahyu Setyaningrum, Ph.D. 3) 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta email: aji.pangestu2015@student.uny.ac.id 2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta email: muhammadnur.2017@student.uny.ac.id 3 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta email: wahyu_setyaningrum@uny.ac.id Abstract Media pembelajaran sangatlah penting dalam membantu proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika. Namun, pemanfaatan media pembelajaran masih belum optimal, terutama media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media pembnelajaran geometri ruang berbasis augmented reality yang berorientasi pada minat belajar matematika siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan dan menyimpulkan berdasarkan hasil yang diperoleh. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis augmented reality yang berorientasi pada minat belajar matematika siswa dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran geometri ruang. Keywords: Augmented reality, geometri, minat belajar, matematika 1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu majunya suatu negara. Apabila suatu negara tersebut memiliki sistem pendidikan yang baik, maka negara tersebut dapat dikatakan maju. Pentingnya pendidikan tersebut menjadikan dasar Pemerintahan Indonesia untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya Permendiknas Nomor 20 Tahun 2016 yang berisi tujuan- tujuan pendidikan di Indonesia yang dijelaskan bahwa pendidikan memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkan mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar manusia menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pada era sekarang, perkembangan teknologi berkembang pesat. Perkembangan teknologi ini berkembang pesat di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan ini menuntut pemerintah untuk selalu menyusun strategi pendidikan supaya pendidikan di Indonesia dapat mengikuti perkembangan pendidikan di dunia. Melihat hal tersebut, Wijaya (2016) menyatakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merancang suatu paradigma pembelajaran dimana pembelajaran pada abad ke-21 menekankan pada kemampuan peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan suatu permasalahan, berpikir analitis dan kerjasaman serta kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Rancangan yang disusun oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut berlaku untuk semua pembelajaran yang ada di sekolah, termasuk pembelajaran matematika. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bilangan maupun operasi yang ada di dalamnya. Matematika juga merupakan akar dari ilmu-ilmu lain, karena matematika memiliki peran penting terhadap ilmu-ilmu yang lainnya. Berdasarkan hal tersebut, matematika menjadi mata pelajaran yang wajib diajarkan dari jenjang Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di segala jenjang ini masih menimbulkan beberapa permasalahan yang perlu diselesaikan, di antaranya