PENAMPILAN 15 KLON HARAPAN TEBU (Saccharum spp. Hybrid) DI DUA LOKASI PERFORMANCE PROMISING 15 CLONES SUGARCANE (Saccharum spp. Hybrid) IN TWO LOCATIONS Mochamad Irsyad F. 1*) , Wiwit Budi Widyasari 2) , Lita Soetopo 1) , Damanhuri 1) 1) Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jln. Veteran, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia 2) Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia Pasuruan Jln. Pahlawan No 25, Pasuruan 67126, Jawa Timur, Indonesia *) Email: bangirsyad06@gmail.com ABSTRAK Salah satu upaya peningkatan produksi gula adalah penggunaan varietas unggul yang mampu beradaptasi di lahan basah dan lahan kering. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan pertumbuhan agronomi 15 klon tebu harapan yang ditanam di dua lokasi. Penelitian dilaksa- nakan pada bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013 di dua lokasi bertempat di lahan KP Jatiroto terletak Kab. Lumajang dan di kebun bibit Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Kota Madya Pasuruan. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggu- nakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingku- ngan yang nyata di uji lanjutan dengan DMRT taraf 5 %. Dari hasil peneitian diperoleh perbedaan penampilan pertum- buhan yang ditunjukkan pada lokasi Pasuruan yang mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding lokasi Jatiroto. Perbedaan penampilan agronomis tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecam- bahan, jumlah tunas, jumlah batang, dan volume tebu per juring. Interaksi genotip dan lingkungan klon uji yang di tanam di dua lokasi dapat ditunjukkan pada karakter persentase perkecambahan, jumlah rumpun umur 3 bulan, jumlah tunas, persentase serangan penggerek pucuk umur 3 bulan, jumlah batang, volume tebu (cm 3 /juring) dan persentase serangan penyakit pokkabung umur 6 bulan. Kata kunci :Saccharum Hybrid, Penampilan agronomi, Interaksi genotip dan lingkungan. ABSTRACT One of the efforts to increase sugar produc- tion is the use superior varieties can adapt to dryland and in wetlands. The research purpose to determine agronomic perfor- mance of 15 promising clones and genotype by environment interaction between the 15 promising clones in two locations. The implementation of this research conducted in October 2012 until March 2013 was carried out at two location, KP jatiroto Lumajang and KP Pasuruan was located at Indonesian Sugar Research Institute (ISRI). The material of this research is two eyed- seed cane compare varieties, researcher used three check varieties namely PS 881, Kidang Kencana, and Bululawang. The result obtained were analyzed using analy- sis of variance and composite analysis of varian in each location. There is asignificant effect, do further tests using DMRTt at level 5%. The results were obtained differences in growth performance can be shown in Pasuruan location that has an value higher WKDQ DW WKH ORFDWLRQ RI -DWLURWR 7KDW¶V GLIIH- rences agronomic performance can be seen on the characters germination percentage, number of tiller age 3 months, the number of shoots, shoot borers invantion percen- tage at age 3 months, the number of stolks, sugarcane volume (cm 3 / raised bed), and percentage of pokkabung disease invantion at age of 6 months.