Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Vol. 05 (05) 2021 | 715-741 https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i6.889 Content from this work may be used under the terms of the Creative Commons Attribution- ShareAlike 4.0 International. Any further distribution of this work must maintain attribution to the author(s) and the title of the work, journal citation and DOI. Published under Department of Communication and Community Development Science, IPB University E-ISSN: 2442-4102 | P-ISSN: 1693-3699 MEMBANDING MONOGRAFI DESA KONVENSIONAL DENGAN MONOGRAFI DESA PRESISI (Kasus: Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor) Comparing Conventional Village Monographs with Precision Village Monographs (Case: Sukamantri Village, Tamansari District, Bogor Regency) Nilam Neovani dan Sofyan Sjaf Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor,Dramaga, Bogor 16680, Indonesia E-mail: nilamneov22@gmail.com; sofyansjaf@apps.ipb.ac.id Diterima: 23-11- 2021 | Disetujui: 15-12-2021 | Publikasi online: 20-01-2022 ABSTRACT Village monographs is an important source of village data and must be prepared properly. Village monographs becomes the basis or reference for data owned by the village to be used in planning village development programs. So far, conventionally compiled village monographs have become a polemic because innacurate data compare to its real data, so it requires a new approachment. There needs to be a new approach because if the village departs from data that is not appropriate and does not inaccurate in planning village development programs, then the possibility of village development programs that will be carried out later is not directed and not measurable. A new approachment is the monograph village precision, that resulted from Precision Village Data (DDP) which focused on spatial relation, participatory, and sensus. The purpose of this research is to examine the accuracy of the conventional village monograph and the precision village monograph, which one is more perfect so that it can be used as a reference for planning data for village development programs. The research methods is used quantitative with Drone Participatory Mapping (DPM) approach is supported by qualitative data through literature studies and in depth interview. The result shows that precision village monograph is better than conventional village monograph. Keywords: precision village data, village development, village monograph ABSTRAK Monografi desa merupakan salah satu sumber data desa yang penting dan harus disusun dengan baik. Monografi desa ini menjadi basis atau acuan data yang dimiliki desa untuk digunakan dalam merencanakan program pembangunan desa. Selama ini, monografi desa yang disusun secara konvensional menjadi polemik karena tidak akuratnya data dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga memerlukan pendekatan baru. Pendekatan baru perlu ada karena jika desa berangkat dari data yang tidak tepat dan akurat dalam merencanakan program pembangunan desa, maka kemungkinan program pembangunan desa yang nantinya dijalankan tidak terarah dan terukur. Pendekatan baru yang dimaksud, yaitu monografi desa presisi yang dihasilkan dari Data Desa Presisi (DDP) yang menitikberatkan pada relasi spasial, partisipatif, dan sensus. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji monografi desa konvensional dan monografi desa presisi, mana yang lebih sempurna sehingga dapat digunakan untuk acuan data merencanakan program pembangunan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Drone Participatory Mapping (DPM) dan didukung oleh data kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monografi desa presisi lebih sempurna dibandingkan monografi desa konvensional. Kata kunci: data desa presisi, monografi desa, pembangunan desa