Kesenyapan dan Kekeliruan Wicara Public Speaking dalam Produksi Kalimat serta Hubungannya dengan Pemakaian Memori Nurul Dwi Lestari Institut Agama Islam Negeri Kediri e-mail: nuruldwilestari@iainkediri.ac.id Abstract This study aims to discuss aspects in sentence production including the phenomena of various types of silence and errors in the production of sentences (speaking) that occur in the speaker (public speaking), the factors that cause silence and errors in sentence production, the relationship between the phenomena of silence. with the memory usage process, and the things the speaker needs to pay attention to (public speaking) to avoid silences and mistakes in speaking (sentence production). This research uses a qualitative approach with descriptive analysis method. The results showed that in the speech activities carried out by public speaking, there were various forms of silence and tongue twitching caused by certain factors. Keywords: sentence production, silence, tongue flash, speech Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membahas aspek-aspek dalam produksi kalimat mencakup fenomena berbagai jenis kesenyapan dan kesalahan dalam produksi kalimat (berbicara) yang terjadi pada pembicara ( public speaking), faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenyapan dan kesalahan dalam produksi kalimat, hubungan antara fenomena kesenyapan dengan proses pemakaian memori, dan hal-hal yang perlu diperhatikan pembicara (public speaking) untuk menghindari terjadinya kesenyapan dan kesalahan dalam berbicara (produksi kalimat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan wicara yang dilakukan oleh public speaking, terjadi berbagai bentuk kesenyapan dan kilir lidah yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Kata kunci: produksi kalimat, kesenyapan, kilir lidah, wicara A. Pendahuluan Berbicara menjadi kebutuhan setiap orang. Berbicara merupakan kegiatan menghasilkan ujaran dengan tujuan untuk menyampaikan ide dan pendapat dalam belajar maupun bekerja. Dalam prosesnya, terkadang seorang pembicara mengalami gangguan ketika memproduksi ujaran, baik dalam bentuk senyapan maupun kekeliruan wicara, seperti kilir lidah. Bahkan,