Jurnal Transistor Elektro dan Informatika (TRANSISTOR EI) Vol. 3, No. 1, Mei 2018, pp. 52~61 52 Journal homepage: http://jurnal.unissula.ac.id/online/index.php/EI Analisis Kinerja Port Fiber Optik Antar Perangkat FTM Dan FTB Pada Jaringan FTTB (Fiber To The Buiding) Aditya Arif Pribadi, Dwi Aryanta Teknik Elektro, Institut Teknologi Nasional Bandung Correspondence Author: adityaarif01@gmail.com Abstract Peningkatan dan pengembangan menggunakan kabel serat optik sebagai media transmisi data sering terjadi faktor hilangnya informasi yang diakibatkan oleh rugi-rugi transmisi (Loss) pada kabel serat optik yang dapat menurunkan kualitas transmisi, salah satu rugi-rugi adalah rugi daya yang diakibatkan oleh redaman di sepanjang kabel serat optik yang mengakibatkan perubahan daya pada dari pemancar (Transmitter) sampai ke pemerima (Receiver). Oleh karena itu, perlu adanya pengukuran pada port fiber optik tersebut, hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas suatu jaringan, serta untuk mengetahui kelayakan suatu jaringan dalam mengiririm informasi. Alat yang digunakan pada pengukuran ini adalah visual fault locator, optical light source dan optical power meter. Parameter yang digunakan pada pengukuran redaman serat ini adalah redaman di sepanjang serat optik, nilai daya Tx dan Rx dengan panjang gelombang 1310 nm. Pada hasil pengukuran ini didapatkan bahwa nilai redaman paling tinggi terdapat pada modul 4, port no 15 yaitu dengan nilai redaman total 11.4 dB, redaman tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya terdapat rugi- rugi pada connector dan adanya sambungan pada kabel serat optik. Sedangkan rata-rata nilai redaman paling tinggi terdapat pada modul 2 yaitu sebesar 7.19 dB. Keyword: serat optik, rugi-rugi transmisi, visual fault locator, optical light source, optical power meter 1. PENDAHULUAN Serat optik merupakan media saluran transmisi yang digunakan untuk untuk penyaluran gelombang dielektrik yang bekerja berdasarkan waktu, dengan menggunakan cahaya sebagai media penyampaian informasi, sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai sifat pola penyebaran kecil, kecerahan dan koheresi tinggi [1]. Keunggulan sistem transmisi serat optik dibandingkan dengan teknologi yang lain diantaranya redaman transmisi yang kecil, bidang frekuensi yang lebar, ukuranya yang kecil dan ringan [2]. Penerapan kabel serat optik sebagai media transmisi mampu meningkatkan pelayanan sistem komunikasi data, suara, dan video seperti peningkatan jumlah kanal yang tersedia, tersedianya bandwidth yang besar, kemampuan mengirim data dengan kecepatan yang tinggi, dan tidak terganggu oleh pengaruh gelombang elektromagnetik, petir dan cuaca [3]. Media transmisi serat optik telah menjadi media generasi berikutnya, yang awalnya untuk transfer komunikasi data jarak jauh berkecepatan tinggi [4]. Serat optik sekarang juga menjadi solusi paling ekonomis untuk jarak pendek atau jarak menengah. Jaringan FTTB (Fiber To The Building) adalah kombinasi dari kawat tembaga dan telepon serat optik. Jenis jaringan ini menggabungkan jaringan operator yang sidah ada yang mungkin mengharuskan jaringan FTTB dibagi di antara berbagai operator yang menjadi jaringan multioperator [5]. Seiring perkembangan teknologi yang pesat terutama teknologi informasi dan komunikasi, berkembangnya teknologi telekomunikasi merupakan titik tolak ukur dan potensi besar untuk dapat meningkatkan dan mewujudkan berbagai jenis pelayanan komunikasi yang lebih canggih dengan akses yang cepat dan murah. Sistem komunikasi serat optik mendorong untuk membuat dan mengembangkan berbagai metode teknologi untuk mengakomodasi kebutuhan dalam kapasitas besar dan kecepatan tinggi dalam metode tersebut. Teknologi telekomunikasi serat optik tersebut dapat memberi solusi untuk permasalahan dihadapi tersebut. Serat optik sebagai media transmisi mampu meingkatkan pelayanan sistem komunikasi data, suara, dan video.