18 DIMENSI MCDONALISASI LAZADA ONLINE MALL: SEBUAH MODEL MODERNISASI SISTEM BELANJA Lintang Citra Christiani Universitas Tidar Jalan Kapten Suparman 39, Potrobangsan, Magelang E-mail: lintang.citra@untidar.ac.id Abstract: The presence of an online mall website brings great consequences in public shopping habits. Lazada is one of the new means of consumption through a new media that offers a various easiness, which are visible as modern, practical, and efficient as management at a McDonald's fast food restaurant. McDonaldization theory from George Ritzer is used as a way to crack open the ideology and dimensions of McDonaldization and also its consequences. The results show that efficiency is not always free of charge. The principle of rationality just covers the risk of inefficiency in small amount, thus allowing more serious consequences such as dehumanization that leads to the minimization of humanitarian authenticity and homogenization that leads to technological dependence and loss of critical power. Keywords: online mall, McDonaldization, George Ritzer, online shopping, e-commerce Abstrak: Hadirnya online mall membawa konsekuensi besar dalam kebiasaan belanja masyarakat. Lazada merupakan salah satu sarana baru konsumsi melalui media baru yang menawarkan berbagai kemudahan, yang secara kasat mata tampak modern, praktis, dan efisien sebagaimana manajemen di sebuah restoran cepat saji McDonald. Teori McDonaldisasi dari George Ritzer digunakan sebagai pisau analisis untuk membedah ideologi dan dimensi-dimensi McDonaldisasi serta konsekuensinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi tidak selamanya tanpa biaya, tetapi justru harga yang dibayar tidak murah. Prinsip rasionalitas hanya menutupi resiko inefisiensi kecil, selanjutnya membiarkan konsekuensi lebih serius seperti dehumanisasi yang mengarah pada minimalisasi otentisitas kemanusiaan dan homogenisasi yang mengarah pada ketergantungan teknologi dan hilangnya daya kritis. Kata kunci: online mall, McDonaldisasi, George Ritzer, belanja online, e-commerce