393 Problematika Pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Tematik Wilis Wijanarti 1 , I Nyoman Sudana Degeng 2 , Sri Untari 3 1 Pendidikan Dasar-Universitas Negeri Malang 2 Teknologi Pembelajaran-Universitas Negeri Malang 3 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK RiwayatArtikel: Diterima: 01-02-2019 Disetujui: 19-03-2019 Abstract: This study aims to describe the problem of integrating the strengthening of character education in thematic learning that discuss the problem of the design of learning implementation, implementation of learning, assessment of learning and solutions. This study used a qualitative descriptive approach with a type of case study research and used the Robert K. Yin data analysis model. The results of this study state that there are problems in making the design of the implementation of learning, the implementation of learning and assessment of learning. It is suggested that the teacher must optimize the planting of characters by cooperating with each other between the school, the community, and the education office to improve deficiencies in the planting of character education in schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problem pengintegrasian penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik yang membahas tentang masalah rancangan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran dan solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan menggunakan analisis data model Robert K. Yin. Hasil dari penelitian ini menyatakan terdapat masalah dalam pembuatan rancangan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Disarankan guru harus mengoptimalkan penanaman karakter dengan saling bekerja sama antar pihak sekolah, masyarakat, dan dinas pendidikan guna memperbaiki kekurangan dalam penanaman pendidikan karakter di sekolah. Kata kunci: problems in thematic learning character building; problematika pembelajaran tematik; pendidikan karakter AlamatKorespondensi: Wilis Wijanarti Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: wiliswiajanrti26@gmail.com Indonesia saat ini sedang menata kembali sistem pendidikannya tidak hanya memikirkan penguasaan materi atau dalam hal kognitifnya saja, tetapi juga menempatkan Pendidikan karakter sebagai jiwa Pendidikan Nasional. Melalui pendidikan karakter yang tangguh, unggul, dan memiliki kompetensi tinggi dihasilkan oleh pendidikan yang baik maka akan mampu manjawab tantangan dan tuntutan abad XXI. Hal itu sesuai apa yang telah dijelaskan oleh oleh Ki Hajar Dewant ara “upaya untuk memajukan bertumbuhannya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar dapat memajukan kesempurnaan hidup peserta didik. Pembelajaran tematik yang berlangsung mengintegrasi nilai-nilai karakter sehingga anak tidak hanya pintar dalam pengetahuan ataupun penguasaan materi saja, tetapi memiliki budi pekerti yang baik. Hal itu juga dijelaskan (Ghufron, 2007; Julaiha, 2014) untuk mengenalkan nilai-nilai baik dapat melalui pengintegrasian ke dalam muatan pembelajaran dan dilaksanakan di dalam kelas pada saat pembelajaraan maupun di luar kelas. Mengintegrasi nilai karakter berarti memasukkan atau memadukan untuk mengembangkan dan membentuk sikap positif ke dalam diri peserta didik. Pelaksanaan pendidikan karakter dapat dilaksanakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Lembaga pendidikan menjadi sarana strategis dalam pembentukan karakter bangsa karena memiliki struktur, sistem, dan perangkat yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Menurut (Johansson, 2011) sekolah merupakan suatu yang memiliki peran penting dalam menyiapkan kecakapan hidup peserta didik, baik secara akademis maupun non akademis. Pendidikan karakter perlu ditanamkan sedini mungkin dan secara terus menerus atau berkelanjutan agar pembentukan atau pengembangan karakter baik dalam diri anak berjalan dengan baik. Hal itu sejalan dengan (Suwandayani, 2017) yang menjelaskan bahwa “pendidikan karakter harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar sebab pada usia kanak-kanak atau yang biasa disebut oleh para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age) terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya”. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 3 Bulan Maret Tahun 2019 Halaman: 393—398 1059