Strategi Pengembangan Pendidikan Konservasi 32 STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KONSERVASI PADA MASYARAKAT SUKU TENGGER DI DESA ENCLAVE TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU (Strategy on the Development of Conservation Education for Tengger Tribe Community in Enclave Village, Bromo Tengger Semeru National Park) TRI SAYEKTININGSIH 1) , RESTI MEILANI 2) DAN E.K.S. HARINI MUNTASIB 2) 1) Program Sarjana, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB, Kampus Darmaga, Bogor 16680, Indonesia 2) Bagian Rekreasi Alam dan Ekowisata, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB, Kampus Darmaga, Bogor 16680, Indonesia Diterima 15 Desember 2007/Disetujui 20 Februari 2008 ABSTRACT The paper outlines the characteristics and local needs of Tengger Tribe community lived in enclave village of Bromo Tengger Semeru National Park (BTSNP), conservation education conducted for the community, and the needs for developing a strategy of conservation education development for the community to balance their interaction with and the use of BTSNP resources. The research was aimed at determining strategy of conservation education development for the Tengger Tribe community. Data was colected using literature study, interview and observation methods. The research resulted in the main strategy on the development of conservation education for Tengger Tribe community in the enclave village of BTSNP. Considering the strengths, weaknesses, threats, and opportunity occured for developing conservation education for the community, the author suggested that the main strategy should be to implement traditional wisdom based conservation education which focus on skills improvement in local resources management. Keywords: Bromo Tengger Semeru National Park, Tengger Tribe, conservation education, traditional wisdom, skill improvement. PENDAHULUAN Dataran tinggi Bromo Tengger Semeru ditetapkan menjadi taman nasional melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 278/Kpts-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki kekhasan berupa fenomena alam yang unik yaitu kaldera di dalam kaldera. Keberadaan TNBTS memberikan fungsi dan manfaat bagi masyarakat pada desa enclave maupun desa-desa lainnya di sekitar kawasan. Desa enclave di TNBTS, Desa Ngadas dan Desa Ranu Pani, dihuni oleh masyarakat suku Tengger yang homogen dalam kehidupan ekonomi, sosial maupun budaya. Interaksi antara masyarakat dengan kawasan TNBTS tidak dapat dihindari dengan tinggalnya masyarakat dalam desa enclave di dalam kawasan TNBTS. Ketergantungan yang tinggi terhadap kawasan, tingkat pendapatan yang rendah, dan kecenderungan memilih pekerjaan yang dapat menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat mendorong masyarakat melakukan interaksi yang dapat mengancam kelestarian kawasan, seperti perambahan lahan. Pemanfaatan potensi TNBTS oleh masyarakat harus diimbangi oleh kegiatan pelestarian kawasan tersebut yang salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan pendidikan konservasi. Penyampaian pesan konservasi yang dilakukan oleh TNBTS lebih banyak diberikan melalui kegiatan penyuluhan, baik secara formal maupun non formal. Balai TNBTS belum memiliki program pendidikan konservasi yang khusus bagi masyarakat enclave, sehingga seringkali pesan konservasi tidak tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Pendekatan khusus atau strategi pengembangan pendidikan konservasi yang spesifik bagi masyarakat suku Tengger perlu dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik, kebiasaan dan kebutuhan lokal masyarakat, sehingga program-program pendidikan konservasi bagi masyarakat menjadi tepat sasaran. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan September 2007, berlokasi di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Alat dan bahan yang digunakan adalah recorder, kamera, panduan wawancara, kuisioner, dan masyarakat Desa Ngadas dan Ranu Pani. Pengambilan data dilakukan dengan cara studi pustaka (meliputi: karakteristik masyarakat di Desa Ngadas dan Ranu Pani, kondisi fisik dan biologi TNBTS, kebijakan pendidikan konservasi TNBTS, dan program-program pendidikan konservasi yang telah, sedang, dan akan