JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(2), Juli 2021, 772-779 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat universitas Batanghari Jambi ISSN 1411-8939 (Online), ISSN 2549-4236 (Print) DOI 10.33087/jiubj.v21i2.1540 772 Perbedaan Pencapaian Kompetensi Mahasiswa Ners (Komunikasi, Keterampilan dan Perilaku Profesional) Antara Stase Keperawatan Anak Dengan Keperawatan Maternitas Sesudah Intervensi Metode Bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada Preceptor di Kota Bengkulu Emi Pebriani 1 *, Yulastri Arif 2 , Mira Susanti 3 1 Program Studi Magister Keperawatan Kekhususan Manajemen Keperawatan Universitas Andalas 2,3 Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Universitas Andalas *Correspondence email: emipebriani@yahoo.com Abstrak. Kompetensi perawat professional diukur melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Kementrian riset, teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristek Dikti, 2015). Hasil evaluasi yang didapatkan menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun mengalami tingkat kelulusan yang fluktuatif. Pada Tahun 2016 angka kelulusan 53,46%, Tahun 2017 angka kelulusan 50,58%, Tahun 2018 angka kelulusan 50,38% dan pada Tahun 2019 angka kelulusan ukom 64,6% (Kemenristek Dikti, 2019). Data di atas menunjukkan tingkat kelulusan nasional uji kompetensi perawat masih perlu ditingkatkan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan efektifitas metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) terhadap kompetensi stase Keperawatan Anak dan Keperawatan Maternitas pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Dehasen Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimen post test only design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Rerata nilai post test pengetahuan, sikap, keterampilan dan kumulatif preceptor lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre test. Rerata pencapain nilai komunikasi, keterampilan dan perilaku profesional mahasiswa stase keperawatan maternitas lebih tinggi daripada mahasiswa stase keperawatan anak. Ada perbedaan pencapaian kompetensi mahasiswa ners (komunikasi, keterampilan dan perilaku profesional) antara stase keperawatan anak dengan keperawatan maternitas sesudah intervensi metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada preceptor. Diharapkan preceptor dapat menerapkan metode metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada setiap mahasiswa yang sedang malaksanakan praktek. Kata kunci: Metode Bimbingan One Minute Preceptor; Mahasiswa Ners Stase Keperawatan Anak; Maternitas Abstract. Professional nurse competence is measured through a competency test conducted by the Ministry of Research, Technology and Higher Education (Kemenristek Dikti, 2015). The evaluation results obtained show that from year to year the graduation rate fluctuates. In 2016 the graduation rate was 53.46%, in 2017 the graduation rate was 50.58%, in 2018 the graduation rate was 50.38% and in 2019 the graduation rate for ukom was 64.6% (Kemenristek Dikti, 2019). The data above shows that the national pass rate for the nurse competency test still needs to be improved. This study aims to compare the effectiveness of the One Minute Preceptor (OMP) guidance method on the competency of the stage of Child Nursing and Maternity Nursing in Nursing Profession Students at Dehasen University, Bengkulu City. This type of research is the type of this research is quantitative with a quasi experimental design post test only design. The sample in this research was 30 students. Sampling with total sampling. The mean post-test scores for knowledge, attitudes, skills and cumulative preceptors were higher than the pre-test scores. The average achievement of the communication scores, skills and professional behavior of the students in the maternity nursing stage was higher than that of the children in the nursing stage. There are differences in the achievement of student competencies (communication, skills and professional behavior) between the stage of child nursing and maternity nursing after the intervention of the One Minute Preceptor (OMP) guidance method on the preceptor. It is expected that the preceptor can apply the One Minute Preceptor (OMP) guidance method to every student who is carrying out his practice. Keywords: Managerial Functions of Unit Leaders; Patient Safety Culture and Professional Care Givers PENDAHULUAN Perawat merupakan tenaga professional pemberi asuhan di bidang kesehatan (Rohmah & Walid, 2019). Menurut Undang - Undang No 38 Tahun 2014 perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, diakui oleh pemerintah sesuai dengan ketentuannya (Adiwidya, 2015). Jadi, perawat adalah tenaga kesehatan yang telah lulus dari perguruan tinggi keperawatan dengan kompotensi sesuai dengan kerangka kualifikasi pendidikan Indonesia. Namun, faktanya di lapangan masih sangat banyak ditemukan permasalahan terkait dengan kompetensi perawat. Kompetensi adalah suatu gambaran tentang hal harus dilakukan seseorang agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik mungkin. Kompetensi adalah kemampuan mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menyelesaikan sesuatu pekerjaan dengan standar kinerja yang telah ditetapkan (PPNI, 2012). Menurut Kemenkes RI (2020), kompetensi perawat mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan (soft dan hard skill). Kompetensi perawat