Citation: Aviana, T., Siregar, N, C., dan Wardayanie, N, I, A. (2021). Pendugaan masa simpan bumbu rawon dengan metode Accelerated Shelf Life
Testing (ASLT). Warta IHP, 38(2), 126-131
Halaman | 126
© Warta IHP; P-ISSN 0215-1243; E-ISSN 2654-4075; Nomor Akreditasi: 10/E/KPT/2019; 2021; All rights reserved
Pendugaan Masa Simpan Bumbu Rawon
dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT)
Estimating the Shelf Life of Rawon Seasoning
with Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Method
Tita Aviana
*
, Nobel Christian Siregar dan Ning Ima Arie Wardayanie
Balai Besar Industri Agro, Kementerian Perindustrian
Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor, Jawa Barat Indonesia
Riwayat Naskah:
Diterima 12 2021
Direvisi 12 2021
Disetujui 12 2021
ABSTRAK: Rawon adalah makanan tradisional Indonesia yang diketahui berasal dari Jawa
Timur dan telah dikenal sejak awal abad 18 hingga saat ini. Rawon menggunakan keluak
sebagai bumbu penting yang memberikan warna hitam serta rasa dan aroma yang khas.
Adanya kandungan sianida pada keluak mentah menyebabkan perlunya penanganan
tertentu sebelum dapat dikonsumsi dengan aman. Saat ini, kerumitan persiapan bumbu
masakan rawon dapat diatasi dengan adanya bumbu rawon siap masak. Pengembangan
bumbu siap masak pun kini mulai dilakukan oleh Industri Kecil Menengah (IKM) sehingga
diperlukan studi pendugaan masa simpan pada bumbu siap masak tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk melakukan pendugaan masa simpan bumbu rawon siap masak yang
diproduksi oleh salah satu IKM di Bogor. Pendugaan masa simpan dilakukan menggunakan
metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT). Sampel uji disimpan pada 3 suhu yang
berbeda kemudian diuji parameter kritisnya pada hari ke-0, 7, 14, dan 21. Hasil uji
kemudian diolah sehingga didapatkan masa simpan selama 241 hari berdasarkan
parameter kritis asam lemak bebas.
Kata kunci: Arrhenius, ASLT, masa simpan, pasta bumbu, rawon
ABSTRACT: Rawon is a traditional Indonesian food which is known to have originated from
East Java and has been known since the early 18
th
century until today. Rawon uses keluak
as its important spice which gives black color and unique taste and aroma on its soup.
Despite its important function, the presence of cyanide in unripe keluak causes the need for
certain handling before it can be consumed safely. Currently, the complexity of preparing
rawon condiment can be overcome by having ready to cook condiment for rawon. The
development of ready-to-cook condiment is now also starting to be carried out by small and
medium entrepreneurs. For this reason, it is necessary to study the estimation of the shelf
life of these ready-to-cook condiment. This study aims to estimate the shelf life of ready-to-
cook rawon condiment produced by a small entrepreneur in Bogor. Estimation of shelf life
was carried out using the Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) method. In practice, the test
samples were stored at 3 different temperatures and then tested for critical parameters on
days 0, 7, 14, and 21. The test results were then processed to obtain a shelf life of 241 days
based on free fatty acid as its critical parameter.
Keywords: Arrhenius, ASLT, shelf-life, condiment, rawon
*
Kontributor utama
Email : tita.aviana@yahoo.com