"’ ( # )**! + ,’ - . #’ % Asep Sadili ? ) * * Diterima Oktober 2010 disetujui untuk diterbitkan Januari 2011 Diversity, distribution, and utilization of orchids have been studied on the mountains of Halimun)Salak National Park. Samples were taken from Citorek Resort with focused exploration on Citorek, Lebaktugu, Cinakem, Cibedug, and Ciawitali areas. The total,of 107 species belonging to 46 genera were recorded. As many as 27 species were recorded as javanese endemic species of Indonesian islands. Most species have no economic value and only a few orchids have been cultivated. The Calanthe, Cymbidium, Phaius and Renanthera have been used for cross breeding. Diversity, distribution, utilization, Orchids, Halimun)Salak National Park, West Java Kekhawatiran para ahli tumbuhan akan musnahnya hutan tropika dari muka bumi ini sangat dapat dimengerti karena keanekaragaman jenis tumbuhan, terutama hutan alami tropika sangat tinggi dan masih banyak sekali yang belum diketahui serta dikaji manfaatnya seperti jenis)jenis anggrek (Orchidaceae) di Taman Nasional Gunung Halimun)Salak (TNGHS). Seluruh jenis anggrek tergolong dalam katagori apendik II CITES dan merupakan salah satu suku yang mempunyai anggota jenis terbesar dari kelompok tumbuhan berbunga. Lawrence (1955) dan O’Byrne (1994) memperkirakan suku anggrek terdiri atas 450)850 marga dari 17.000)35.000 jenis. Habitatnya tersebar di seluruh dunia yang kosmopolit mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dan dari hutan basah sampai hutan kering. Jenis anggrek alam Indonesia diperkirakan 4.000 jenis (Sastrapradja ( 1976). Selanjutnya, Backer dan van den Brink Jr. (1968) mencatat 971 jenis dari 139 marga di Jawa. Comber (1990) mempertelakan kembali sebanyak 731 jenis, diantaranya tercatat 231 jenis anggrek endemik Jawa. Jenis anggrek TNGHS yang dipertelakan oleh Mahyar dan Sadili (2007) sebanyak 236 jenis dari 67 marga dengan 47 jenis endemik namun sebaran, potensi dan pemanfaatan jenis anggrek resort Citorek belum diungkapkan. Jenis anggrek TNGHS yang ada perlu dikembangkan dengan mengikuti kaidah) kaidah konservasi yang benar dan baku, sehingga tindakan tersebut dapat dipertanggungjawabkan di masa yang akan datang, mengingat status dari kawasan taman nasional saat ini tidak hanya untuk melindungi jenis)jenis flora khusus, namun jenis)jenis tersebut harus dapat dimanfaatkan melalui tahapan)tahapan yang telah ditentukan. Kegunaan jenis anggrek sampai saat ini masih untuk memenuhi kebutuhan tanaman hias dan masih menjadi unggulan terutama jenis)jenis hasil silangan Beberapa jenis anggrek dapat digunakan untuk obat dan digunakan secara tradisional di beberapa suku (Heyne, 1987). Dengan kemajuan teknik domestikasi, hibridisasi, dan rekayasa genetika telah didapatkan produk atau hasil budidaya anggrek yang makin besar dengan jumlah dan mutu yang lebih baik. Holltum (1957) menyatakan bahwa banyak silangan yang telah dihasilkan. Berdasarkan keberhasilan tersebut dan didorong oleh kemajuan ilmu pengetahuan dengan teknologi yang tinggi, anggrek di TNGHS akan memberikan harapan yang lebih baik dalam konservasi Selain sebagai tanaman hias, jenis anggrek mempunyai fungsi lain. Menurut Rifai (1976) anggrek alam Indonesia dimanfaatkan sebagai sumber makanan, bahan ramuan jamu (obat), wangi)wangian dan bahan baku anyaman atau kerajinan tangan. Oleh