Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” ISSN 1693-4393 Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia Yogyakarta, 14 15 Juli 2020 Jurusan Teknik Kimia, FTI, UPN “Veteran” Yogy akarta L9 - 1 Study of Malachite Green Adsorption using Tannin-Based Adsorbent (TBA) from Mangrove Bark (Rhizophora mucronata ) Theodorus Sandy Fangidae, Thomas Morus Papo Bage, Adriana Anteng Anggorowati, dan Yohanes Sudaryanto * Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Jl. Kalijudan 37, Surabaya 60114 * E-mail : nesto@ukwms.ac.id Abstract The growing of industrial activity causes side effects in the form of environmental pollution. One of the causes of environmental pollution is the content of Malachite Green (MG) in wastewater. When consumed, water consists of high MG levels can cause health problems, such as immune system disorders, cancer triggers, and DNA damage, so it is necessary to reduce MG levels before being discharged into the environment. Adsorption is one method to reduce MG levels. One of the raw materials for making adsorbents is mangrove bark, because it contains 20-30% crude tannin, by changing it to Tannin Based Adsorbent (TBA). This study aimed to study the MG waste adsorption using TBA from mangrove bark. In this research, tannin was obtained by extraction using Microwave Assisted Extraction (MAE) method, then it was modified to TBA through a polymerization process using formaldehyde. Analysis using FTIR Spectrophotometer was conducted to confirm the functional groups of TBA and standard tannin. After that the adsorption process is carried out by varying the ratio of the adsorbent mass : waste volume, temperature and adsorption time. MG content analysis was performed using a UV-VIS Spectrophotometer. SEM analysis was done to observe the surface of TBA before and after the adsorption process. The results showed that the highest percent MG removal was achieved at an adsorbent mass ratio: MG volume of 1: 100 gram / mL, adsorption temperature of 60ºC, and adsorption time of 120 minutes. Keywords: adsorption, malachite green, tannin-based adsorbent, mangrove bark Pendahuluan Aktivitas industri yang semakin berkembang pesat menyebabkan efek samping berupa pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan karena limbah hasil aktivitas industri yang dibuang ke lingkungan memiliki kadar polutan diatas ambang batas yang diijinkan. Salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan adalah kandungan zat warna di dalam air limbah yang dibuang ke lingkungan, diantaranya zat warna Malachite Green (MG). MG adalah salah satu jenis zat warna yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Kadar MG yang diijinkan di perairan adalah 0,01 ppm (Sirvastava dkk., 2004). Air dengan kadar MG yang tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar dapat berdampak pada masalah kesehatan seperti gangguan sistem kekebalan tubuh, sistem reproduksi, memicu penyakit kanker, dan kerusakan DNA. Untuk mengurangi kadar zar warna yang berbahaya tersebut maka perlu dilakukan pengolahan limbah industri sebelum dibuang ke lingkungan. Adsorbsi dengan menggunakan Tannin Based Adsorbent (TBA) dengan memanfaatkan biomaterial merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar MG yang terdapat dalam limbah cair industri. Salah satu biomaterial yang dapat digunakan sebagai TBA adalah kulit kayu bakau (Rhizophora mucronata Lamck ) karena memiliki kadar tanin yang cukup tinggi, yaitu sebesar 20-30 % (Sukardjo, 1978). Di beberapa daerah yang populasi penduduknya sedikit, misalnya Kalimantan dan kepulauan Nusa Tenggara Timur, kayu bakau mudah dijumpai dan harganya murah. Seperti jenis tumbuhan lainnya, tanaman bakau perlu dipangkas secara rutin dengan tujuan untuk merangsang pertumbuhannya. Limbah hasil pemangkasan tanaman bakau belum banyak dimanfaatkan, kecuali hanya untuk digunakan sebagai kayu bakar. Untuk meningkatkan pemanfaatan dan nilai ekonomi dari kayu bakau, maka perlu dilakukan diversifikasi dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku TBA (Hamidah, 2006).