Jurnal TEKNIKa ISSN: 2085-0859 Volum 10, No.2, Tahun 2018. e-ISSN : 2620-4770 1027 RANCANG BANGUN SISTEM PENJERNIHAN AIR OTOMATIS BERDASARKAN TURBIDITYMETER BERBASIS MIKROKONTROLLER Affan Bachri 1 , Afif Julianto 2 1,2 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan Jl. Veteran No. 53A Lamongan Telp. 0322 324706, Fax. 0322 - 317116 E-mail: avanbe@gmail.com , afifjulianto13@gmail.com ABSTRACT The turbidity sensor works by reading the water particles turbidity level captured by the Light Dependent Resistor (LDR) that has been emitted by the laser light. Therefore, the LDR resistance score changes and it makes the Nephelometric Turbidity Units (NTU) score also changes. The solenoid valve is controlled by the suitability of the readings of the desired turbidity meter sensor by the operator. Keywords: turbidity sensor, solenoid valve, LDR 1. PENDAHULUAN Air merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Air digunakan untuk proses metabolisme tubuh baik bagi manusia, hewan maupun makhluk hidup lainnya. Selain itu air juga digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup lainnya misalkan tempat rekreasi, pembangkit energi listrik, transportasi, dan pengairan pertanian. Keasaman atau pH air sangat penting bagi tubuh kita karena bila air yang kita minum memiliki pH yang rendah kebutuhan dalam tubuh kita tidak terpenuhi dengan maksimal. Air yang baik untuk konsumsi memiliki nilai pH 6,5 8,5 (Permenkes RI, nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tanggal 29 Juli 2002, tentang, syarat - syarat dan pengawasan kualitas air minum). Selain itu, air yang baik tidak mengandung logam berat. Seperti yang diketahui, air yang keruh salah satu ciri air yang tidak sehat. Kekeruhan disebabkan adanya kandungan partikel terlarut dalam air baik yang bersifat organik maupun anorganik. Zat organik berasal dari lapukan tanaman dan hewan, sedangkan zat anorganik berasal dari lapukan batuan dan logam. Dengan adanya zat organik pada air dapat menjadi makanan bakteri sehingga mendukung perkembangannya. Kekeruhan dalam air minum tidak boleh melebihi 5 NTU (Nephelometric Turbidity Unit) (Permenkes RI, nomor 416/MEN.KES/PER/IX/1990, tentang syarat- syarat dan pengawasan kualitas air). Oleh karena itu, penulis Penulis merencanakan membuat alat kekeruhan air guna mempermudah mengidentifikasi air yang akan di gunakan. Alat yang penulis rancang memiliki kesamaan fungsi dengan alat pengukur pH air atau pH meter dan pengukur kekeruhan air atau turbidymeter otomatis berbasis ATMega328P. Alat ini menggunakan dua sensor yaitu sensor kekeruhan sehingga memiliki keluaran yaitu nilai kekeruhan air. Rumusan masalah yang didapat adalah bagaimana menggunakan sensor turbidity untuk membaca kekeruhan air dan bagaimana merancang alat penjernih air otomatis berdasarkan hasil pembacaan turbiditymeter. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah hanya menggunakan sensor turbidity untuk membaca kekeruhan air dan alat digunakan untuk menjernihkan air secara otomatis sesuai pembacaan sensor turbidity. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara kerja sensor turbidity untuk membaca kekeruhan air dan dapat merancang rangkian alat penjernih air otomatis dengan pembacaan hasil turbiditymeter. 2. METODE Tahap penelitian dilakukan dengan perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak dan dilakukan uji fungsi dan analisa sistem yang dibuat. 2.1 Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras terdiri dari perancangan sensor turbiditymeter, perancangan LCD, dan perancangan solenoid valve. 2.1.1 Perancangan Sensor Turbiditymeter Turbiditymeter merupakan alat pengujian kekeruhan dengan sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang datang. Alat ini banyak digunakan dalam pengolahan air bersih untuk memastikan bahwa air yang akan digunakan memiliki kualitas yang baik dilihat dari tingkat kekeruhanya. Rangkaian skema alat seperti pada gambar 1.