POLA LAMA PENYINARAN MATAHARI DALAM 20 TAHUN PENGAMATAN DI SUMEDANG (SUNSHINE DURATION PATTERN DURING 20 YEARS OBSERVATION AT SUMEDANG) Saipul Hamdi*, Sumaryati Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional *e-mail: saipulh@yahoo.com Diterima 22 Februari 2019; Direvisi 20 Mei 2020; Disetujui 2 Juni 2020 ABSTRACT Sunshine duration pattern in 20 years long term observation at BPAA (Station for Space and Atmosphere Observation) LAPAN Sumedang (6.91° S and 107.84° E, 864 m asl) has been analyzed. Measurement of sunshine duration using Campbell Stokes has been done since 1997, which recorded 5,899 days-data. These data were analysed by statistics method. Duration of sunshine data were classified into four groups based on the season, while their distribution of frequency were also calculated. In general, sunshine duration increased mainly in dry season (JJA) during this 20 years observation. The El Nino phenomenon has an impact on increasing the sunshine duration in DJF months, while La Nina effect is on reduction of the sunshine duration in SON months. On the other hand, increasing of solar activity has contributed to reduction of sunshine duration in DJF months. In wet season (DJF), the most frequent sunshine duration was 0-1 hours/day, while in dry season (JJA) it could reach 9 hours/day. Keywords: sunshine duration, classification, statistics ABSTRAK Pola lama penyinaran matahari (LPM) dalam kurun waktu pengamatan 20 tahun di BPAA (Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer) LAPAN Sumedang (6,91LS dan 107, 84BT, 864 m dpl) telah dianalisis. Pengukuran LPM menggunakan Campbell Stokes dilakukan sejak tahun 1997. Dari pengukuran ini diperoleh jumlah hari data sebanyak 5.899. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode statistika. LPM dikelompokkan menjadi 4 kelompok berdasarkan musim dan dihitung frekuensi distribusinya. Secara umum, terjadi peningkatan LPM terutama pada musim JJA dalam 20 tahun pengamatan. Fenomena El Nino berdampak pada peningkatan lama penyinaran pada bulan DJF, sedangkan La Nina berdampak pada penurunan lama penyinaran pada bulan SON. Di sisi lain, kenaikan aktivitas matahari justru berpengaruh pada penurunan lama penyinaran pada bulan DJF. Pada musim basah (DJF) LPM paling sering adalah 0-1 jam/hari, sedangkan pada musim kering (JJA) LPM mencapai 9 jam/hari. Kata kunci: lama penyinaran matahari, klasifikasi, statistika 1 PENDAHULUAN Ketika memasuki atmosfer bumi, sinar matahari mengalami interaksi dengan senyawa-senyawa penyusun atmosfer bumi misalnya ozon, uap air, karbondioksida, dan debu, sehingga insolasinya berkurang. Interaksi tersebut meliputi penyerapan dan hamburan. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa sinar matahari yang memasuki atmosfer bumi akan mengalami penyerapan hingga 30 W/m 2 (Cess et al., 1995, 1996; Arking et al., 1996; Barker dan Li, 1997). Penyerapan paling kuat oleh atmosfer bumi adalah pada panjang gelombang mendekati 940 Jurnal Sains Dirgantara Vol. 17 No. 2: 81 – 94 (2020) ISSN: 2597-7873 DOI: 10.30536/j.jsd.2020.v17.a3111 81