A PRELIMINARY EVALUATION OF KWOK PUI-LAN’S POSTCOLONIAL FEMINIST THEOLOGICAL METHOD Fandy Handoko Tanujaya, Yeremia Yordani Putra Abstrak: Teologi feminis pascakolonial merupakan sebuah gerakan teologis dari Dunia Ketiga yang berusaha menggabungkan perjuangan feminis melawan androsentrisme dan patriarki dari generasi pertama teolog feminis—yang dominan berkulit putih—dengan sebuah kesadaran terhadap pengalaman kolonial dan perjuangan bagi kemerdekaan. Di dalam area penafsiran Alkitab, pendekatan feminis pascakolonial mencoba untuk mendekolonisasi dan mendepartriarkalisasi teks-teks Alkitab dan penafsirannya bagi tujuan-tujuan liberatif. Artikel ini mengobservasi dan menganalisis salah satu teolog feminis pascakolonial yang terkemuka, yaitu Kwok Pui-Lan, secara khusus menelaah metode berteologinya yang unik. Tiga isu spesifik akan dibahas: pandangannya tentang pengalaman, Alkitab, tradisi, dan akal budi sebagai sumber-sumber berteologi, pandangannya tentang doktrin Alkitab dan penafsirannya, dan metodenya dalam melakukan teologi feminis pascakolonial. Artikel ini akan ditutup dengan sebuah evaluasi awal. Sementara beberapa poin positif dapat ditarik dari metodenya, kaum Injili akan melihat beberapa potensi masalah, khususnya terkait isu otoritas, kebenaran, dan identitas. Fandy Handoko Tanujaya adalah dosen tetap STT Amanat Agung. Penulis dapat dihubungi melalui email: fandy.tanujaya@sttaa.ac.id. Yeremia Yordani Putra adalah mahasiswa Pascasarjana STT Amanat Agung. Penulis dapat dihubungi melalui email: yeremiaputra35@gmail.com.