Prosiding Sendimas VI Tahun 2021 p-ISSN : 2451-559X e-ISSN : 2451-3805 Pendampingan Pemetaan Potensi Ekowisata bagi Masyarakat Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo Yohanes Satyayoga Raniasta #1 , Adimas Kristiadi #2 # Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 1 satyayoga@staff.ukdw.ac.id 2 adimas.kristiadi@staff.ukdw.ac.id Abstrak— Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo merupakan salah satu desa yang memiliki potensi wisata yang mumpuni untuk dikembangkan menjadi desa dengan konsep wisata yang menarik aktivitas wisata daerah maupun nasional. Potensi wisata dengan tema ekowisata dan budaya sangat sesuai untuk dikembangkan di Desa Banjarsari bila melihat pada karakteristik tipologi dan geografinya. Namun potensi tersebut masih belum dikembangkan dan dikemas dengan baik sebagai destinasi objek wisata. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Kristen Duta Wacana bertujuan untuk membantu menggali dan menemukan konsep wisata yang ada serta bersama-sama dengan masyarakat dan pihak pemerintah setempat untuk merumuskan konsep ekowisata yang lebih tepat yakni dengan menggunakan 5 (lima) karakteristik dasar ekowisata antara lain: 1) nature based; 2) ecologically sustainable; 3) environmentally educative; 4) locally beneficial; dan 5) generate visitor. Metode kegiatan pengabdian ini adalah melalui Focus Group Discussion, Workshop Partisipatif, serta Survey Lapangan titik-titik potensial bersama masyarakat setempat dalam menggali dan menemukan potensi wisata Desa Banjarasri, yang hasilnya digunakan dalam membuat peta induk pengembangan kawasan wisata desa, serta usulan rancangan amenitas pendukungnya. Kata kunci — ekowisata, pemetaan, partisipasif, Desa Banjarasri Abstract— Banjarasri Village, Kalibawang, Kulon Progo has tourism potential to be developed into a village with a tourism concept that attracts local, regional, and national tourism activities. Tourism potential with the theme of ecotourism and culture is very suitable for developing in Banjarsari Village when looking at the typological and geographical characteristics. However, this potential has not yet been developed and packaged properly as a tourist destination. For this reason, community service activities carried out by the Duta Wacana Christian University aim to help explore and find existing tourism concepts and together with the community and local government to formulate a more appropriate ecotourism concept by using 5 (five) basic characteristics of ecotourism, including 1) nature- based; 2) ecologically sustainable; 3) environmentally educative; 4) locally beneficial, and 5) generate visitors. The method of this service activity is through Focus Group Discussions, Participatory Workshops, as well as Field Surveys of potential points with the local community in exploring and discovering the tourism potential of Banjarasri Village, and the results are used to make a Village Tourism Map, as well as proposed supported amenities designs. Keywords — eco-tourism, mapping, participatory, Banjarasri Village I. PENDAHULUAN Kegiatan wisata adalah salah satu generator penggerak ekonomi yang memiliki dampak signifikan untuk suatu wilayah. Dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang, slogan ekowisata pada desa wisata menjadi tren di kalangan masyarakat. Kegiatan rekreasi berbasis alam yang menekankan pembelajaran kelestarian lingkungan menjadi daya tarik utama dalam pengembangan ekowisata. Tren yang sedang berkembang atas kegiatan pariwisata minat khusus dengan bentuk pembelajaran lingkungan tersebut merupakan bentuk perubahan kesadaran masyarakat bahwa pariwisata yang bersifat mass tourism tidak dapat memberikan pengalaman dan kesan yang diharapkan saat ini [1]. Masyarakat membutuhkan waktu dan tempat untuk sejenak kembali ke alam dalam menikmati kehidupan. Ekowisata tidak dapat dipisahkan dari konsep berkelanjutan. Konsep pariwisata yang berkelanjutan sudah menjadi kewajiban dan melekat dalam proses pembangunan, pengelolaan dan pengembangan ekowisata. Pada dasarnya pariwisata yang berkelanjutan berfokus pada bagaimana seluruh elemen kegiatan wisata yang dikembangkan tidak mengganggu ekosistem dengan pemberdayaan masyarakat setempat sehingga mengalami peningkatan kualitas hidup dan dapat diwariskan untuk generasi mendatang [2] dan [3]. Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo merupakan salah satu destinasi ekowisata yang masuk ke dalam 15