296 SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI UKSW 2018 SUMBANGAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEMESTER GANJIL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS READING QUESTIONING AND ANSWERING DI SMA IX MALANG Apriyane Sofia Meko*, Aloysius Duran Corebima, Siti Zubaidah Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No.5 Malang *Email: apriyanemeko@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumbangan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Model Reading Questioning and Answering (RQA). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X semester ganjil di SMAN IX Malang, tahun ajaran 2017/2018. Total sampel berjumlah 96 peserta didik. Hasil analisis menunjukan ada hubungan antara keterampilan metakognitif dan hasil belajar dengan sumbangan sebesar 81.60 %. Kata kunci : Keterampilan Metakognitif, Reading Questioning and Answering (RQA), Hasil Belajar PENDAHULUAN Pembelajaran dikatakan bermakna apabila tujuan dari pembelajaran itu dapat tercapai dengan baik. Tercapainya pembelajaran dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar peserta didik. Kemampuan peserta didik untuk dapat berhasil dalam mencapai tujuan dari pembelajaran,banyak ditentukan oleh keterampilan berpikir yang dimiliki.Keterampilan berpikir yang dapat membantu peserta didik dalam belajar, salah satunya disebut keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif berkaitan dengan kemendirian seseorang dalam belajar. Rivers (2001) mengemukakan keterampilan metakognitif membentuk pribadi yang mandiri untuk menjadi self asessment dan self manager. Sulitnya peserta didik dalam mengatur, mengontrol dan mengevaluai belajarnya dapat berakibat rendahnya hasil belajar kognitif mereka. Martinez (2006) memaparkan pentingnya pemberdayaan keterampilan metakognitif dalam pembelajaran di kelas, baik itu di sekolah dasar, sekolah menengah perguruan tinggi maupun lulusan perguruan tinggi. Arief dkk. (2011) menyebutkan bahwa semakin tinggi kemampuan metakognitif seseorang, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan belajarnya. Peserta didik yang secara mandiri merencanakan, dan mengontrol pembelajarannya, diyakini berhasil dalam pembelajaran. Tingkat keberhasilan peserta didik dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar kognitifnya. Corebima (2012) mengemukakan adanya hasil belajar kognitif siswa SMA yang masih rendah, dan fakta yang menjelaskan keadaan tersebut yaitu karena rendahnya keterampilan berpikir termasuk keterampilan metakognitif para siswa dari berbagai tingkat akademik, sekalipun akademik tinggi. Peserta didik yang memiliki keterampilan metakognitif tinggi, tahu bagaimana mengatur, menyesuaikan dan menggunakan waktu yang tepat dalam proses belajarnya. Beberapa penelitian terdahulu telah melaporkan hubungan keterampilan metakognitif dan hasil belajar (Basith, 2010; Zen, 2010 Arifin, 2013, Ardila, 2013. Penelitian mereka menunjukan ada korelasi positif dan signifikan antara kemampuan metakognitif dan hasil belar dengan menggunakan berbagai model pembelajaran. Berbagai penelitian dan gagasan yang telah dikemukakan, mengindikasikan bahwa pentingnya pemberdayaan keterampilan metakognitif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang memberdayakan keterampilan metakognitif peserta didik baiknya dilakukan dengan menerapkan suatu model pembelajaran tertentu. Keterampilan metakognitif dapat diberdayakan melalui model pembelajaran yang bersifat kooperatif. Corebima (2006) mengemukakan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif dapat mendorong atau memberdayakan perkembangan metakognitif siswa. Pembelajaran dalam penelitian ini berbasis