Biocelebes, Agustus, 2019 Volume 13 Nomor 2 ISSN-p : 1978-6417 ISSN-e : 25805991 Page 121 UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Melsi Mengkido * , Orryani Lambui, Wahyu Harso Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UniversitasTadulako, Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu, Sulawesi Tengah 94117 Koresponding author: melsimengkido.17a@gmail.com ABSTRACT Ageratum conyzoides L. is commonly known as weed species however leaf from this plant is used as traditional medicine for wound and skin infection. Furthermore it is important to test A. conyzoides L. leaves extract can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria which is causing infection disease. The content of this leaf which can inhibit bacterial growth is also obeserved. The study was conducted by growing S. aureus bacteria on nutrient agar (NA) and then a number of leave extract from A. conyzoides leaves (7.5, 15.0, 35 and 50%) were injected to NA by well diffusion method. Amoxicillin 0,6% and DMSO 1% were also injected as positve control and negative control respectively. Inhibition zone was measured based on diameter formed. The results showed that increasing leaves extract increased inhibition of S. aureus growth however 50% leave extract inhibited S. aureus growth less than Amoxicilin 0,6%.A. conyzoides leaf can inhibit S. aureus growth may be caused by terpenoid, fenol, saponin and alkaloid on its content. Keywords :Extract Bandotan, Ageratum conyzoides L., Staphylococus aureus. Inhibition zone. PENDAHULUAN Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tumbuhan liar yang mudah didapat di Indonesia dan lebih dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) di kebun dan ladang. Tumbuhan ini merupakan salah satu tumbuhan yang diketahui secara empiris mempunyai khasiat sebagai bahan obat dan telah digunakan di beberapa daerah (Dalimartha, 2007). Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat luka baru, luka berdarah, bisul,radang telinga,radangtenggorokan, rematik, keseleo, pendarahan rahim, sariawan, tumorrahim, malaria, perut kembung, mulas, muntah, diare dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri (Heyne, 1987; Depkes, 1989; Wijayakusuma dkk., 1994). Infeksi merupakan salah satu masalah klasik dalam bidang kesehatan di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (2013), prevalensi rata-rata infeksi di Indonesia sebesar 3,5%. Infeksi dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan protozoa. Beberapa infeksi disebabkan oleh bakteri yang secara umum merupakan patogen bagi manusia, bersifat tidak tampak atau asimptomatik, seperti bakteri