PENGEMBANGAN MOTIF TERUMBU KARANG JENIS NEMENZOPHYLLIA TURBIDA PADA APLIKASI BATIK BERBASIS WEB DENGAN METODE LINDENMAYER SYSTEM(L-SYSTEM) WEB-BASED BATIK APPLICATION FOR BATIK PATTERN GENERATION OF NEMENZOPHYLLIA TURBIDA CORAL MOTIF WITH LINDENMAYER SYSTEM(L-SYSTEM) Mirza Ahmad Febrian, Dr. Purba Daru Kusuma, S.T., M.T., Anton Siswo Raharjo Ansori, S.T., M.T. Prodi S1 Sistem Komputer, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom mirzaahmadf24@gmail.com, purbodaru@gmail.com, antonraharjo@gmail.com Abstrak Batik sebagai wujud nyata dari seni rupa dengan latar belakang sejarah dan unsur budaya yang kuat dalam perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia menjadi dasar identitas bangsa hingga saat ini. yang menyangkut kebinekaan budaya Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga pelestarian batik adalah dengan menciptakan suatu pola baru pada batik salah satunya menggunakan motif terumbu karang. Penerapan terumbu karang sebagai pola baru pada batik merupakan metode yang digunakan untuk mengkombinasikan teknologi komputer dengan ilmu seni. Pada penelitian ini dibuat pengembangan motif karang jenis Nemenzophyllia turbida pada aplikasi batik berbasis web. Dengan menggunakan metode L-System. Aplikasi tersebut maka diharapkan agar mempermudah dalam menemukan atau membuat beberapa motif batik baru, sehingga kelestarian dari seni budaya batik akan terus berkembang dan beraneka ragam. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan survey didapatkan hasil kemiripan dari motif karang yang telah dibuat dengan karang asli sekitar 63%, dan kelayakan bentuk karang sebagai motif utama sekitar 75% yang didapat dari 36 responden. Kata kunci : Motif Batik, L-System, Nemenzophyllia turbida, Aplikasi Web Abstract Batik as a tangible manifestation of fine art with a historical background and a strong cultural element in the development of Indonesian culture is the basis of the nation's identity to this day. concerning the diversity of Indonesian culture. The effort that can be done in maintaining batik preservation is by creating a new pattern on batik, one of which uses coral reef motifs. The application of coral reefs as a new pattern in batik is a method used to combine computer technology with art. In this study, the development of Nemenzophyllia turbida coral motifs on web-based batik applications. Using the L-Systems method. The application is expected to make it easier to find or create some new batik motifs, so that the sustainability of batik art and culture will continue to evolve and vary. From the results of survey the similarity of coral motifs with native coral around 63%, and the feasibility of coral shape as the main motive of about 75% obtained from respondents. Keywords: Batik Motif, L-System, Nemenzophyllia turbida, Web Application. 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Keanekaragaman motif dari batik dapat menjadikan batik menjadi sebuah komoditas terbesar dari budaya Indonesia, karena batik mewariskan suatu nilai tradisional di dalam coraknya. Batik merupakan salah satu hasil kebudayaan memiliki ciri khas dan asli dari Indonesia. Dahulu batik hanya dapat dipakai atau dibuat untuk kalangan keraton dan di daerah Jawa saja. Namun saat ini batik dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat luas[1]. Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang keberadaannya harus terus dilestarikan. Produksi batik yang diperbanyak dan dibuatnya motif-motif baru selain motif tradisional untuk menarik minat konsumen menggunakan batik adalah salah satu upaya pelestarian batik. Motif batik satwa dalam kehidupannya dan ragam hias fauna merupakan bentuk gambar motif yang diambil dari hewan tertentu. Hewan pada umumnya telah mengalami perubahan bentuk atau gaya. Upaya pengembangan motif baru pada batik yaitu dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia salah satunya biota karang yang ada di Indonesia. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.1 April 2019 | Page 1569