Info Artikel: Diterima: 03/12/2018 Direvisi: 08/01/2019 Dipublikasikan: 30/01/2019 129 JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) ISSN Cetak: 2477-8524-ISSN Online: 2502-8103 http://jurnal.iicet.org | DOI : https://doi.org/10.29210/02018259 Volume 4 Nomor 2, 2018, hlm 129-134 Dipublikasikan oleh: Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET) The concept of student interpersonal communication Mufadhal Barseli 1 , Kristinus Sembiring 2 , Ifdil Ifdil 3 , Linda Fitria 4 1,4 Universitas Putra Indonesia " YPTK" Padang, 2 Universitas Katolik Widya Mandira, 3 Universitas Negeri Padang Abstract Interpersonal communication skills are one competency of students to interact with others. Students who experience problems in interpersonal communication will be hampered in the process of developing creativity and increasing their academic achievement at school. This shows the need for efforts by counselors to develop the counseling service practices to increase students’ understanding of the importance of interpersonal communication and the factors that influence low interpersonal communication skills. This paper will introduce the basic concepts of interpersonal communication including; the concept interpersonal communication, the characteristics of interpersonal communication, the importance of interpersonal communication, interpersonal communication criteria, factors that effect interpersonal communication, the process of interpersonal communication, the purpose of interpersonal communication and, communication this can a reference. Keywords: Interpersonal communication This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2018 by author PENDAHULUAN Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari proses komunikasi, baik itu komunikasi yang bersifat verbal maupun non verbal. Proses komunikasi terjadi dalam berbagai konteks interaksi kehidupan manusia itu sendiri mulai dari komunikasi yang sifatnya interpersonal, kelompok, organisasi, dan komunikasi yang bersifat massal.(Bernard Berelson dalam Riswandi, 2013;Romli, K., & Si, M. 2017) mendefinisikan bahwa komunikasi interpersonal adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, potensi diri melalui simbol-simbol, kata-kata, dan gambar-gambar yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama. Selanjutnya (Ulfah, F. 2013; Suciati 2015) menyatakan bahwa komunikasi interpersonal sangat penting bagi manusia, seperti bagi siswa untuk mengungkapkan ide-ide atau gagasannya ketika proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Secara luas DeVito dalam Suciati, 2015; Gunawati, R. 2005) menyatakan bahwa komunikasi interpersonal merupakan suatu proses penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil yang berbentuk tingkah laku baik secara verbal maupun non verbal dengan berbagai dampaknya serta peluang untuk memberikan umpan balik dalam waktu segera. Pentingnya komunikasi interpersonal bagi individu dalam berinteraksi, Mulyana (dalam Suryanto 2015) berpendapat bahwa individu yang tidak pernah melakukan komunikasi interpersonal dengan individu lain dapat dipastikan bahwa individu tersebut akan mengalami hambatan dalam proses perkembangannya karena tidak sempat menata dirinya secara mental dalam lingkungan sosial yang dapat membentuknya menjadi seorang pribadi yang cakap, kreatif dan inovatif. Sejalan dengan pendapat Mulyana tersebut, Zimbardo (dalam Riswandi, 2013) menyatakan idenya bahwa individu yang mengalami kurang komunikasi secara interpersonal disebut dengan istilah anonimitas (suatu kondisi individu yang kurang dikenali secara pribadi yang dapat menciptakan kekaburan tanggung jawab yang membuat seseorang tidak merasa bersalah atas perbuatan salah yang telah dilakukannya) menjadikan orang agresif, sering mencuri serta merusak, kehilangan rasa tanggung jawab sosial.