Jurnal al-Fath, Vol. 13, No. 1, (Januari-Juni) 2019 ISSN: 1978-2845 1 KRITIK NALAR ISLAM INDONESIA: TINJAUAN PROBLEMATIS RELEVANSI TEKS DAN KONTEKS (Diskursus Kritisisme Penafsiran Ayat non-Muslim dalam al-Qur’an) Wildan Hidayat UIN Sunan Kalijaga, wildanhidayat29@gmail.com Abstract: This paper specifically discussed about non-Muslim leadership in the Islam context, especially in Indonesia. This paper also discussed with the studied concepts of leadership in Islam (non-Muslim) and Islamic countries which are led by people with another religion (non-Islam). Not only to the extent of permissibility or non-indulgence of non-Muslim leadership in Islam, but it presented the opinions of the pros and cons of this case. Then it can be taken a formulative idea that can bring Moslem of Indonesia to come up from the stagnancy of unknowledgeable sektesentric pattern against the rejection non- Muslim leadership without any real solution for himself and the Muslim community. Especially if the concept became contextualized with an Indonesia country with a Muslim as majority. Keywords : Controversy, non-Muslim leader, Islamic state, Indonesia. Pendahuluan Al-Qur’an merupakan pedoman hidup dan sumber otoritatif bagi muslim. Makna al-Qur’an secara pribadi dalam ranah realitas sosial telah mengalami perkembangan. Dalam memaknai pemimpin sebagai sosok yang berperan sangat penting dalam suatu kelompok, lantas eksistensi dan orientasi kelompok itu akan sangat bergantung dari bagaimana seorang pemimpin dalam perjalanan menuju sejahtera dan makmur atau justru mengarahkan kelompok kepada jalan kehancuran. Oleh karena itu, berhati-hati dalam memilih seorang pemimpin menjadi kewajiban bagi individu masing-masing jika kemakmuran dan kesejahteraaan bersama yang diharapkan. Islam yang tampil sebagai agama yang “rahmatan lil alamin” menempatkan al-Qur’an sebagai sumber utama dalam syari’at dan Hadist Nabi Muhammad menjadi rahmat bagi semesta alam.