Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 3, No 2, November 2021, Hal 3338 ISSN 2685-869X (media online) DOI 10.47065/ekuitas.v3i2.1032 Suginam | Jurnal EKUITAS, Page 33 Pengaruh Nilai Tukar Uang, Jumlah Uang Beredar dengan Kegiatan Export Terhadap Inflasi Pada Masa Pandemic Covid-19 Suginam 1 , Elmira Siska 2,* , Syahrijal Hidayat 3 1 Prodi Manajemen Retail, Universitas Budi Darma, Medan, Indonesia 2 Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta, Indonesia 3 Prodi Akuntansi, STIE Muhammadiyah Asahan, Asahan, Indonesia Email: 1 suginam.icha@gmail.com, 2,* elmira.ems@bsi.ac.id, 3 syahrijalhidayat528@gmail.com Email Penulis Korespondensi: elmira.ems@bsi.ac.id Submitted: 06/11/2021; Accepted: 12/11/2021; Published: 30/11/2021 Abstrak-Covid-19 mengakibatkan banyaknya perubahan dan gejolak ekonomi sebuah negara menjadi sangat sulit dan juga sangat mempengaruhi perdagangan dunia, pada penelitian ini melihat beberapa pengaruh nilai tukar uang dollar dalam bentuk rupiah dan jumlah uang yang beredar dipasar dunia yang memiliki hubunan dengan kegiatan expor textile pada masa pandemic hal-hal tersebut dihubungkan dengan pengaruh terhadap inflasi dimana inflasi merupakan keadaan yang menentukan harga barang-barang dalam negara meingkat maupun menurun, dampak yang diperlihatkan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam hubungan berpengaruh secara langsung atau tidak, hasil dari penelitian ini adalah Kata Kunci: Nilai Tukar; Peredaran Uang; Expor dan Inflasi Abstract-Covid-19 causes many changes and economic turmoil of a country to be very difficult and also greatly affects world trade, this study looks at some of the effects of the dollar exchange rate in the form of rupiah and the amount of money circulating in the world market which is related to textile export activities. during the pandemic these things are associated with the effect on inflation where inflation is a condition that determines the price of goods in the country increases or decreases, the impact shown between the independent variables on the dependent variable in a direct or indirect effect relationship, the results of this study are. Keywords: Exchange Rate; Money Circulation; Exports and Inflation 1. PENDAHULUAN Perkembangan perdagangan ekonomi dunia secara global sedang mengalami krisis yang sangat parah hal tersebut terjadi dikarenakan adanya pandemic covid-19. Efek yang tampak pada masa pandemic covid-19 mengakibatkan banyaknya perusahaan yang mengalami kesulitan dalam pengoperasian dan produktifitas sebuah perusahaan. Kebijakan pemerintah untuk melarang aktifitas yang menimbulkan kerumunan dan keramaian juga salah satu faktor sulitnya sebuah perusahaan berproduksi dan menyebabkan kebangkrutan dan memutuskan perjanjikan kerja secara sepihak dan besar-besaran. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia bahkan diseluruh negara-negara besar (Astriani et al., n.d.). Dampak tersebut juga terasa sangat kuat di Indonesia yang menyebabkan banyaknya dan bertambahnya jumlah pengangguran. Hal tersebut mempengarhi pertumbuhan ekonomi yang semakin melemah, hal tersebut dapat berdamak meningkatnya angka kemiskinan dan bisa berdampak lebih buruk lagi seperti meningkatnya angka kematian karena kelaparan dan meningkatnya kriminalitas dalam sebuah negara(Yunus & Rezki, 2020). Dampak kemiskian dapat juga diartikan keadaan ekonomi sebuah negara tidak stabil sehingga dapat mempengaruhi kegiatan ekspor antar negara. Nilai komoditas ekspor di Indonesia mulai dari tahun 2016 sampai degan tahun 2020 mengalami naik dan turun menyentuh nilai USD11,87 miliar, kemudian di 2017 menyentuh USD12,59 miliar dengan surplus USD 5 miliar, pada tahun 2018 nilai ekspor sebesar USD13,27 miliar dan di tahun 2019 total ekspor industri tekstil dan produk tekstil ini turun 2,87% menjadi US$ 12,84 miliarhingga saat ini media menyatakan meningkatnya kegiatan ekspor negara Indonesia dan menyokong kestabilan ekonomi bangsa. Dalam kestabilan perekonomian Indonesia sering terjadi naik turun harga pasar bahkan mengalami krisis moneter misalnya saja inflasi (Sofie & Putri, 2020). Inflasi sendiri merupakan suatu proses yang disebutkan sebagai dampak dari naiknya harga barang-barang secara umum dan merata. Naiknya inflasi merupakan acaman terhadap meningkatnya angka kemiskinan dan menuru krisis moneter sebuah negara, adanya inflasi juga menyebabkan timbulnya bahaya sosial dan keamanan sebuah negara, sehingga inflasi harus ditekankan agar tidak terjadi kenaikan. Naiknya inflasi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor salah satunya hal penyebab terbanyak adalah ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan uang. Badan pusat statistik negara Indonesia mengatakan pandemic Covid-19 membuat perekonomian indonesia gonjang gannjing dan menganggu pola inflasi di Indonesia juga. Hal tersebut terjadi berhubungan juga dengan nilai tukar rupiah yaitu nilai mata uang Indonesia dalam bentuk rupiah dimata negara lain misalnya nilai tukar rupiah dengan mata uang negara lain seperti rupiah ke Yen mata uang China, rupiah ke Lira mata uang turkiye maupun rupiah terhadap dolar Amerika. Saat ini dunia menggunakan mata uang Dolar Amerika sebagai mata uang acuan dunia dalam urusan transaksi. Saat ini mata uang amerika terus meningkat karena terjadinya penggunaan dan kebutuhan terhadap dolar semakin tinggi dalam sebuah negara tetapi dolar juga dapat mengalami naik turun