Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences 2017;7: 1-8 Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia http://ojs.unud.ac.id/index.php/ijlfs 1 I Ketut Junitha dan Made Sara Wijana Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas udayanaKampus Bukit Jimbaran, Kuta Badung IDENTIFIKASI ALEL DAN KEKUATAN PEMBEDA EMPAT LOKUS DNA MIKROSATELIT KROMOSOM-Y PADA MASYARAKAT KLAN PANDE DI BALI UNTUK KEPENTINGAN FORENSIK Allele Identification and Power of Discrimination of Four Microsatellite DNA Y-chromosomal Of Pande clan in Bali for Forensic Purposes I Ketut Junitha 1 dan Made Sara Wijana Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Badung 1) Alamat korespondensi, juneth@unud.ac.id Abstract This research was conducted to know alleles variation and power of discrimination of four pair of primer: DYS19, DYS390, DYS393 and DYS395 of male Pande clan. Epithelial cell mucus was collected from 59 male of Gainer, Klungkung, Badung regencies and Denpasar city. Phenol chloroform method was used to extraction DNA from epithel cells sample. Four primer pair was used to amplify DNA samples in PCR machine on 52-55oC annealing temperature. Amplicon were running on PAGE 10% and visualized with silver nitrate staining. The DNA typing were conducted to determinate of alleles size of amplicon with plotting migration distance of amplicon on semi-log pepper. Genetic diversity and power of discrimination was calculated used Microsoft Exell program. The result of this research showed that 29 alleles were found range of 6-9 with mean 7.25 per locus. The genetic diversity is high category (0.739 ± 0.003, the highest diversity on DYS 390 locus is 0.809 ± 0,004 followed by DYS395, DYS393 are 0,793 ± 0.004 and 0,720 ± 0.005 and the small one is 0.633 ± 0.003 on DYS19 locus. The power of discrimination (PD) of all loci are high category with average value is 0.892, because of / for this reason all of loci usfulnes for forensic purpose on pande clan in Bali. Key word: Pande clan, Alel type, microsatellite DNA, Y-chromosom, power of discrimination Pendahuluan Masyarakat Bali dewasa ini mengelompok ke dalam klan-klan yaitu organisasi geneologis berdasarkan garis keturunan laki-laki (patrilineal) yang pada masyarakat Bali dikenal dengan istilah Soroh. Masing-masing klan meyakini mereka merupakan keturunan dari leluhur yang sama dan memiliki satu satu pura tempat pemujaan leluhurnya yang disebut pura Kawitan mulai dari kelompok dengan tempat penujaan yang paling kecil yaitu sanggah kemudian paibon atau panti [2] dan yang paling utama adalah pura kawitan atau pura Pedarman yang ada di kawasan Pura Besakih [3],[4],[5]. Dengan demikian setiap orang Bali yang beragama Hindu tentu akan termasuk dalam salah satu klan yang ada dan setiap klan dapat dikatagorikan sebagai satu populasi tanpa batas wilayah. Dalam kepentingan penentuan frekuensi suatu gen atau alel klan atau soroh dapat menjadi suatu