77 © Poltekkes Kemenkes Jakarta I ISSN 2655-2434 Jl. Wijaya Kusuma No. 47-48 Cilandak Jakarta Selatan, Indonesia email: jurnalquality@poltekkesjakarta1.ac.id DETERMINAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Ns. Indah Permatasari, M.Kep 1 , Ns. Ritanti, M.Kep., Sp.Kep.An 2 1 Departemen Keperawatan Anak FIKES UPN Veteran Jakarta 2 Departemen Keperawatan Komunitas FIKES UPN Veteran Jakarta Info Artikel Abstrak Genesis Naskah: Submitted: 8-3-2021 Revised: 17&19-06-2021 Accepted:31-05-2021 Cakupan pemberian ASI eksklusif dalam kurun waktu tahun 2013-2015 di Indonesia hanya sekitar 54,1% bayi di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif. Hasil penelitian Latifah, Purwanti dan Sukamto(2020) menunjukkan kurangnya asupan gizi pada anak terkhusus pemberian ASI Eksklusif berdampak pada angka kejadian stunting pada anak. Jika dilihat dari akibatnya stunting dapat berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan pada masyarakat Indonesia (Riskesdas, 2018). Adapun tujuan umum penelitian ini untuk menganalisis faktor prediktor praktik pemberian ASI eksklusif dan pengaruh menyusui eksklusif terhadap pertumbuhan bayi 6 bulan pertama kelahiran di Kecamatan Baros. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 220 bayi lahir hidup yang berusia 7-12 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan ibu dan kunjungan ANC berhubungan dengan keberhasilan praktik pemberian ASI eksklusif (p- value=0,001 dan p-value = 0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan ibu dengan pengalaman kunjungan ANC ≥ 4 kali memiliki kemungkinan 6 kali lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka dibandingkan ibu dengan kunjungan ANC < dari 4 kali. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Program, Puskesmas DETERMINANTS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING PRACTICE Keywords: Exclusive breastfeeding, programs, health centers Abstract The coverage of exclusive breastfeeding in the period 2013-2015 in Indonesia was only about 54.1% of babies in Indonesia who received exclusive breastfeeding. Banten area is one of the areas that contribute to stunting cases in Indonesia (14%). When viewed from the consequences, stunting can have an impact on the level of intelligence, susceptibility to disease, reduce productivity and then inhibit economic growth, increase poverty and inequality in Indonesian society (Riskesdas, 2018). The general objective of this study was to analyze the predictor factors for exclusive breastfeeding practice and the effect of exclusive breastfeeding on the growth of babies in the first 6 months of birth in Baros District. This research is a descriptive analytic study using quantitative methods. The sample in this study were 220 live born babies aged 7-12 months who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that maternal occupation and ANC visits were associated with the success of exclusive breastfeeding practices (p-value = 0.001 and p-value = 0.000). The results of the multivariate analysis showed that mothers with ANC visits ≥ 4 times were 6 times more likely to provide exclusive breastfeeding to their babies than mothers with ANC visits <4 times. Korespondensi Penulis: Indah Permatasari Jl. RS. Fatmawati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12450 Email: indahpermatasari@upnvj.ac.id Quality : Jurnal Kesehatan Volume 15, Nomor 2 Tahun 2021 pISSN : 1978-4325, eISSN : 2655-2434, DOI: 10.36082/qjk.v15i2.209