Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------------------ Volume 11 Nomor Khusus, Maret-April 2020 p-ISSN 2086-3098 e-ISSN 2502-7778 Peringatan Hari Perawat Nasional dan Hari Kesehatan Internasional 47 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------ http://forikes-ejournal.com/index.php/SF DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf11nk208 Pengambilan Keputusan Terhadap Tindakan Aborsi pada Kehamilan Remaja: A Systematic Review Riski Wulandari Program Magister, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia; vriski97@gmail.com Imami Nur Rachmawati Fakutas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia; inrachma@ui.ac.id (koresponden) ABSTRACT Adolescent unwanted pregnancy will be risk to abortion, however teens experience a dilemma to make decisions making to end pregnancy with abortion. The aim of this systematic review was to exploration pregnant teenagers who make the decision making to abortion. The database were used ScienceDirect, EBSCO host, ProQuest, and SpringerLink identified and published from 2009-2019. The search results obtained 3,365 articles, but only ten articles met the inclusion criteria. The analysis showed were two themes related to how decisions making on abortion from internal and external factors. The results of study can be considered about the assistance services of pregnant adolescents in deciding abortion. Keywords: abortion; unwanted pregnancy; decision making ABSTRAK Kehamilan remaja yang tidak diinginkan akan beresiko pada tindakan aborsi, namun demikian remaja mengalami dilema untuk mengambil keputusan dalam mengakhiri kehamilan dengan aborsi. Tujuan systematic review ini untuk mengeksplorasi remaja hamil dapat mengambilan keputusan untuk melakukan tindakan aborsi. Pencarian database yang digunakan yaitu ScienceDirect, EBSCO host, ProQuest , dan SpringerLink yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2009-2019. Hasil pencarian didapatkan 3.365 artikel, akan tetapi hanya sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua tema terkait bagaimana pengambilan keputusan pada tindakan aborsi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Hasil studi ini dapat menjadi pertimbangan tentang pelayanan pendamping remaja hamil dalam memutuskan tindakan aborsi. Kata kunci: aborsi; kehamilan tidak diinginkan; pengambilan keputusan PENDAHULUAN Kehamilan usia remaja merupakan kehamilan yang terjadi sebelum usia 20 tahun dan kini telah menjadi masalah global yang memengaruhi kondisi fisik, psikologi, sosial, ekonomi dan budaya. (1) World Health Organization (WHO) menyebutkan angka kehamilan remaja pada usia 15-19 tahun terdapat sekitar 16 juta perempuan. Kondisi kehamilan remaja akan beresiko meningkatkan angka kematian, morbiditas ibu dan anak, serta tindakan aborsi pada kehamilan yang tidak diinginkan. (2,3) Kondisi tersebut didukung data bahwa remaja berusia 15-16 tahun memutuskan untuk melakukan aborsi sekitar 17,6 %. (4) Pengambilan keputusan apakah dan bagaimana mengakhiri kehamilan merupakan dilemma bagi perempuan. Perempuan merasa renta dengan tekanan, yang mengakibatkan hambatan secara sosiocultural dan ekonomi sehingga memaksa mereka untuk melakukan aborsi. (5) Aborsi merupakan salah satu prosedur kesehatan yang diatur oleh hukum di sebagian besar negara, aborsi sendiri dianggap sebagai prosedur yang membahayakan dan mengancam jiwa bagi janin serta ibu. (6) WHO telah menerbitkan pedoman pada 2011 untuk mencegah kehamilan dan mengurangi hasil kesehatan reproduksi yang memburuk, rekomendasi memiliki enam tujuan yaitu : mengurangi pernikahan sebelum usia 18 tahun, menciptakan pemahaman dan dukungan untuk mengurangi kehamilan sebelum usia 20 tahun, meningkatkan penggunaan kontrasepsi oleh remaja dengan resiko kehamilan tidak diinginkan, mengurangi seks yang dipaksakan di kalangan remaja, mengurangi aborsi yang tidak aman di kalangan remaja, dan meningkatkan perawatan antenatal, persalinan, dan pasca kelahiran yang terampil dikalangan remaja. (2) Merujuk pada tindakan aborsi WHO pada tahun 2012 membuat pedoman teknis dan kebijakan melakukan aborsi yang aman berdasarkan indikasi bagi tenaga kesehatan. (7) Indonesi juga telah mengatur tindakan aborsi pada Peraturan Pemerintah Republik Inonesia Nomor 61 tahun 2014 bahwa diperbolehkan melakukan aborsi atas indikasi kesehatan secara darurat atau akibat pemerkosaan. (8) Berdasarkan rekomendari terkait tindakan aborsi yang dilakukan dikalangan remaja menjadi penting mengetahui bagaimana remaja dapat memutuskan untuk memilih dan indikasi melakuakan tindakan aborsi. Tujuan dari penulisan systematic review ini untuk mengeksplorasi terkait bagaimana proses pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan aborsi pada kehamilan tidak diinginkan atau khususnya remaja. Pengambilan keputusan terkait ungkapan atau pertimbangan yang dilakukan remaja sehingga memilih melakukan tindakan aborsi pada kehamilan mereka. METODE Strategi penelusuran literatur Metode dalam penelusuran literatus mengunakan strategi secara sistematis, salah satunya adalah pencarian artikel melalui basis data dalam jaringan. Pencarian database yang digunakan yaitu ScienceDirect,