1 Yuni Suryani, 2017 PENERAPAN MOD EL PEMBELAJARAN MOD IFIED PRODUCTION BASED TRAINING BERBANTUAN MOD UL PAD A KOMPETENSI D ASAR MENERAPKAN D ASAR PENGAWETAN D I SMK NEGERI 2 CILAKU CIANJUR Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan dimana peserta didik dicetak menjadi lulusan yang terampil dan diarahkan untuk menjadi tenaga kerja yang berkualitas dan dapat bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu SMK harus semakin siap membekali lulusannya untuk dapat bersaing di dunia kerja. Menurut Agustina (2016) untuk mengetahui lulusan SMK yang mampu bersaing dapat dilihat berdasarkan pencapaian hasil belajar siswa pada ranah koginitf (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan). Model pembelajaran adalah salah satu komponen penting dalam mendukung proses pembelajaran. Sebagaimana yang dikemukakan Mangesa (2009) bahwa kualitas pendidikan SMK akan dipengaruhi oleh sejauh mana lembaga mampu mengelola seluruh potensi secara optimal mulai dari tenaga kependidikan, peserta didik, dan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur yang juga pernah melakukan PPL (Program Pengalaman Lapangan) di sekolah tersebut tepatnya di program studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) kelas X melihat secara umum bahwa guru-guru mata pelajaran produktif cenderung masih menggunakan metode pembelajaran teacher centered yang cenderung monoton, guru kurang mampu menerapkan model pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk belajar. Akibatnya siswa kurang antusias dan kurang fokus dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Hal ini terlihat dari beberapa siswa yang memainkan handphone ataupun mengantuk ketika pembelajaran di kelas berlangsung. Walaupun dalam mata pelajaran produktif terdapat kegiatan praktikum namun guru-guru mata pelajaran produktif cenderung memilih dan menggunakan metode pembelajaran praktik yang belum mampu menciptakan kegiatan praktikum yang didesain selayaknya dunia industri. Akibatnya hasil belajar yang diraih siswa tidak maksimal.