Paper Bag Berbasis Pulp Tandan Kosong Sawit
sebagai Alternatif Pengganti Polybag... : Sari Farah Dina, dkk.
9
Paper Bag Berbasis Pulp Tandan Kosong Sawit sebagai Alternatif
Pengganti Polybag pada Pre-Nursery Perkebunan Sawit
Sari Farah Dina
1
, Lies Indriati
2
, Nina Elyani
2
, Muhammad Abror Zamzami
3
1
Balai Riset dan Standardisasi Industri Medan, Jl. Sisingamangaraja No. 24, Medan, Indonesia
2
Balai Besar Pulp dan Kertas, Jl. Raya Dayeuhkolot No. 132, Bandung, Indonesia
3
PT. Riset Perkebunan Nusantara, Jl. Salak No.1A, Bogor, Indonesia
Diterima : 1 Juni 2021, Revisi akhir: 24 Juni 2021, Disetujui terbit : 29 Juni 2021
Paper Bag Based on Empty Fruit Bunches Pulp as an Alternative for Polybag Substitute
in Pre-Nursery Palm Oil Plantation
Abstract
Indonesia is the second-largest plastic waste producer after China, so it has become an environmental issue. One of
the plastic packagings which are large in consumption for pre-nursery packaging is known as polybag. Therefore, to
reduce the use of plastic bag, the laboratory scale experiment of paper bag made from oil palm empty fruit bunches
(EFB) as polybag substitutes has been done. This study aims to obtain a formula for paper bags that can meet the
end using requirements. Laboratory scale started from beating the EFB pulp, then continued with handsheet making
at grammage variation of 90 g/m
2
and 125 g/m
2
with a pH range of 7-8. Two types of wet strength agents were used,
namely polyethyleneimine (PEI) and polyamine epichlorohydrin (PAE) which were varied from 1.0 to 2.0% (%db of
fber). Sheet properties were evaluated through tensile and bursting strength, stretch, TEA tests, tearing resistance, %
yield of strength after wetting, opacity, and porosity. A biodegradability test was conducted to determine the chemical’s
afliation level to the soil and the C/N ratio to know its contribution to the composting process. The results showed that
the paper bag has a tensile strength yield above 10%. Grammage is directly proportional to strength properties and
inversely to porosity. PAE gave higher strength than PEI but is lower in % yield of tensile strength. All added chemicals
can be degraded by more than 60% within 28 days but the C/N ratio test showed inadequate results. The optimum
formula was obtained at 125 g/m
2
and PEI of 2.0%.
Keywords: empty fruit bunches (EFB), paper bag, wet strength agents, pre-nursery, sheet properties
Abstrak
Indonesia merupakan penghasil limbah plastik terbesar kedua setelah Cina, sehingga telah menjadi isu lingkungan.
Salah satu kemasan plastik yang banyak digunakan adalah kemasan untuk pembibitan terbuat dari plastik atau dikenal
sebagai polybag . Guna membantu mengurangi penggunaan polybag , telah dilakukan percobaan skala laboratorium
pembuatan kantong kertas ( paper bag ) dari pulp tandan kosong sawit (TKS) sebagai pengganti polybag . Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan formula pembuatan paper bag yang dapat memenuhi persyaratan penggunaan akhirnya.
Kegiatan dimulai dari penggilingan pulp TKS, dilanjutkan dengan pembuatan lembaran dengan variasi gramatur
90 g/m
2
dan 125 g/m
2
pada rentang pH 7-8. Dua jenis bahan kimia penguat basah yang digunakan yakni polietilen
imin (PEI) dan poliamin epiklorohidrin (PAE), ditambahkan dengan variasi dosis 1,0 – 2,0 % terhadap berat kering
serat. Karakteristik lembaran dievaluasi melalui uji ketahanan tarik, daya regang, daya serap energi ( tensile energy
absorption atau TEA), ketahanan retak, ketahanan sobek, persen rendemen kekuatan setelah mengalami pembasahan,
dan porositas. Uji biodegradabilitas dilakukan untuk melihat tingkat afliasi bahan kimia yang ditambahkan terhadap
lingkungan dan rasio C/N (rasio karbon/nitrogen) untuk mengetahui kontribusinya terhadap proses pengomposan.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa lembaran memiliki rendemen ketahanan tarik di atas 10%. Gramatur berkorelasi
positif terhadap sifat kekuatan, dan negatif terhadap porositas. PAE memberikan sifat kekuatan lebih tinggi dibanding
PEI, namun PEI memberikan persen rendemen ketahanan tarik lebih tinggi dibanding PAE. Seluruh bahan kimia yang
ditambahkan dapat didegradasi lebih dari 60% dalam kurun waktu 28 hari namun uji rasio C/N menunjukkan hasil
yang belum memadai. Formula optimum diperoleh pada gramatur 125 g/m
2
dengan penambahan PEI 2%.
Kata kunci: tandan kosong sawit (TKS), kantong kertas, bahan kimia penguat basah, pembibitan, karakteristik lembaran
Jurnal Selulosa Vol. 11 No. 1 Juni 2021 Hal. 9 - 20
JURNAL SELULOSA
e-ISSN: 2527 - 6662
p-ISSN: 2088 - 7000
* Corresponding author :
E-mail: sfdina1@yahoo.com
© 2021 - Jurnal Selulosa all rights reserved. Open access under CC BY-NC-SA license.
(http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
DOI: http://dx.doi.org/10.25269/jsel.v11i01.330