PENGARUH METODE BERMAIN PERAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI Eli Tohonan Tua Pane dan Sahat Siagian Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan PPs Universitas Negeri Medan ettpane@yahoo.co.id Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran makro dan bermain peran mikro terhadap kemampuan berbicara anak usia dini, pengaruh konsep diri positif dan konsep diri negatif terhadap kemampuan berbicara anak usia dini, dan pengaruh interaksi antara metode bermain peran dan konsep diri terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Metode penelitian quasi eksperimen, populasi 60 orang, teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling, analisis varians dua jalur Two Way Anava (2x2), taraf signifikansi = 0,05, menggunakan Uji-F, dan pengujian uji lanjut dengan uji Scheffe. Hasil penelitian diperoleh; kemampuan berbicara anak yang mengikuti pembelajaran lebih tinggi daripada anak yang mengikuti pembelajaran bermain peran peran mikro, kemampuan berbicara anak yang memiliki konsep diri positif lebih tinggi daripada kemampuan berbicara yang memiliki konsep diri negative, dan terdapat pengaruh interaksi antara belajar dengan metode bermain peran dan konsep diri secara terhadap kemampuan berbicara. Kata Kunci: metode bermain peran, konsep diri, kemampuan berbicara, anak usia dini Abstract: This study aims to determine the effect of the method to play the role of macro and micro play a role in the ability to speak early childhood, the influence of positive self-concept and negative self-concept of the ability to speak early childhood, and the effect of the interaction between the method of playing a role in the ability and self-concept speak early childhood. Quasi- experimental research methods, population 60 people, the sampling technique to cluster random sampling, analysis of variance two lanes Two Way ANOVA (2x2), = 0.05 significance level, using Test-F, and testing of advanced test with Scheffe test. The results obtained; speaking skills of children who attend higher learning than children who attend learning to play the role of micro role, the ability to speak a child who has a positive self-concept is higher than the speech that has a negative self-concept, and there is an interaction effect between learning to play the role and methods of self-concept basis of the ability to speak. Keywords: methods play a role, self-concept, the ability to speak, early childhood PENDAHULUAN Kesadaran akan pentingnya PAUD untuk mencetak generasi yang unggul sekaligus berakhlak mulia menjadikan PAUD sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan di Indonesia. Wujudnya adalah adanya komitmen pemerintah dalam rangka penyebarluasan akses dan peningkatan mutu layanan PAUD. Bukti keseriusan pemerintah direalisasi dengan keikutsertaan Indonesia dalam The World Education forum pada Deklarasi Dakkar di Senegal tahun 2000 yang menghasilkan program Education for All (EFA) yang dilanjutkan dengan komitmen World Fit for Children, New York 8 Mei 2002. Kebijakan di dalam negeri ditunjukkan dengan lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Keseriusan tersebut juga ditegaskan dengan keberadaan Pasal 28 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan munculnya Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dalam pemerintahan, bahkan sekarang telah menjadi satu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (DITJEN PAUDNI). Kebijakan tersebut menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini dalam tatanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat dengan kekuatan hukum yang jelas. Implementasi kebijakan pemerintah memunculkan berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan memperbaiki penyelenggaraan pelayanan pendidikan anak usia dini seperti Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol. 7, No. 1, April 2014, p-ISSN: 1979-6692; e-ISSN: 2407-7437 35