Jurnal Perikanan dan Kelautan p ISSN 2089 3469 Volume 8 Nomor 1. Juni 2018 e ISSN 2540 9484 Halaman : 10 18 Ujicoba DC converter dengan baterai air laut ….. 10 Ujicoba DC converter dengan Baterai Air Laut Cu-Zn sebagai Sumber Energi Lampu untuk Perikanan Bagan Tancap (DC Converter Experiment on Cu-Zn Seawater Battery for Fishing Lamp Energy Source of Lift Net Fisheries) 1) Adi Susanto, 2) Mulyono S. Baskoro, 2*) Sugeng H. Wisudo, 2) M. Riyanto, 2) Fis Purwangka 1) Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Raya Jakarta Serang, Km. 4, Pakupatan, Serang, Banten 2) Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Jalan Agatis, Babakan, Dramaga, Bogor, Jawa Barat *) Korespondensi : wisudo1966@gmail.com Diterima : 30 November 2017 / Disetujui : 22 Mei 2018 ABSTRAK Penggunaan lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan berkembang pesat setelah ditemukannya lampu listrik. Inovasi lampu Light Emitting Diode (LED) sebagai lampu hemat energi berpeluang besar untuk digunakan pada aktivitas penangkapan ikan. Lampu LED membutuhkan tegangan dan arus yang rendah sehingga dapat dikombinasikan dengan sumber energi terbarukan untuk mendorong terwujudnya perikanan tangkap yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan desain dan konstruksi DC converter yang optimal pada penggunaan baterai air laut Cu-Zn sebagai tahap awal pengembangan lampu LED dengan sumber energi air laut untuk perikanan bagan tancap. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Penangkapan Ikan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB pada bulan Agustus 2017 dengan perlakuan perbedaan jumlah lilitan (30:50; 50:80) dan jumlah toroid (tunggal; ganda) yang digunakan pada rangkaian DC converter. Sumber energi yang digunakan berasal dari satu sel baterai air laut dengan anoda seng (Zn) dan katoda tembaga (Cu) dengan ukuran 40x36 cm yang dimasukkan ke dalam tabung PVC berdiameter 3 inci. Pengukuran tegangan dilakukan dengan osiloskop digital (Iwatsu DS 5102), arus diukur menggunakan multimeter (Sanwa CD 771) dan intensitas cahaya diukur menggunakan lux meter. Perbedaan jumlah lilitan dan toroid berpengaruh signifikan terhadap nilai induktansi. Toroid tunggal dengan 80 lilitan menghasilkan nilai induktansi paling besar (143,1 mH) dibandingkan perlakuan lainnya. Penggunaan DC converter dengan toroid ganda dan lilitan 50:80 memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainya dengan tegangan, arus dan intensitas maksimum berturut-turut 2,12 V;121,80 mA dan 128 lux. Kata kunci : air laut, bagan tancap, DC converter, lampu LED