Pengolahan Biodiesel Dari Biji Nyamplung . Rizal Alamsyah dan Enny Hawani Lubis 287 PENGOLAHAN BIODIESEL DARI BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum Inophyllum L) DENGAN CARA PURIFIKASI KERING (BIODIESEL PRODUCTION FROM NYAMPLUNG SEEDS (Calophyllum Inophyllum L) WITH DRY PURIFICATION METHODS) Rizal Alamsyah dan Enny Hawani Lubis Balai Besar Industri Agro (BBIA), Kementerian Perindustrian Jl. Ir. H. Juanda No.11 Bogor E-mail : rizalams@yahoo.com Received 24 Juli 2012; revised 5 September 2012; accepted 12 September 2012 ABSTRAK Tanaman nyamplung atau hutaulo merupakan tanaman yang tumbuh di banyak tempat di Indonesia. Tanaman ini menghasilkan biji yang mempunyai kadar minyak yang tinggi dan dapat diubah menjadi biodiesel. Salah satu masalah dalam proses purifikasi (pencucian) biodiesel kasar adalah kebutuhan air dan energi yang tinggi untuk pemanasan air tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan purifikasi/pencucian kering biodiesel dan menggantikan metode pencucian dengan air dan proses pengeringan. Percobaan dilakukan dengan mereaksikan minyak nyamplung dengan metanol (MeOH) pada suhu 65ÂșC menggunakan katalis NaOH 1% dari berat minyak. Rasio molar minyak nyamplung dan metanol adalah 1 : 11,5. Pencucian kering biodiesel kasar dilakukan dengan penambahan cleaning agent (CA), arang aktif (AA), dan campuran cleaning agent dan arang aktif (AACA). Pencucian kering dilakukan dengan mereaksikan biodiesel kasar dengan CA (1%, 3%, dan 5%), AA (1%, 3%, dan 5%), AACA (1%, 3%, dan 5%) dilanjutkan dengan penyaringan vakum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan campuran CA dan AA (5%) ke dalam biodiesel menunjukkan hasil terbaik dalam memperoleh kandungan fatty acid methyl ester (FAME) sesuai SNI sebesar 96,5%. Kata kunci : Biji nyamplung, Biodiesel, Pencucian kering, Purifikasi, FAME ABSTRACT Nyamplung or hutaulo plant grows in many area in Indonesia especially in coastal area. Seed produced from this plant contains high oil which can be converted into biodiesel. One of problem in the current technology for biodiesel purification is the requirement for high energy in washing crude biodiesel which used a lot of water. Purpose of this research is to design dry washing treatment for crude biodiesel purification instead of conventional purification (water purification and drying). The experiments were conducted by reacting nyamplung oil (Calophyllum inophyllum L) with methanol (MeOH) at 65 o C, using natrium hydroxide (NaOH) as catalyst. Molar ratio of oil and MeOH was 1 : 11.5 and natrium hydroxide (NaOH) used was 1% of palm oil weight. Dry washing of crude biodiesel was done by addition of cleaning agent (CA), activated carbon (AA), and mixture of cleaning agent and activated carbon (AACA). Dry washing was conducted by reacting crude biodiesel with CA (1%, 3%, and 5%), AA (1%, 3%, and 5%), AACA (1%, 3%, and 5%), and vacuum filtering. The experiments show that addition cleaning agent and activated carbon mixture (5%) into crude biodiesel demonstrated the best condition to reach Indonesian Nasional Standard for fatty acid methyl ester content (FAME) e.g. 96.5%. Key words : Nyamplung plant, Biodiesel, Dry washing, Purification, FAME PENDAHULUAN Biji nyamplung atau biji hutaulo yang berasal dari pohon atau tanaman nyamplung atau kosambi merupakan tanaman yang banyak dijumpai di pinggir pantai. Biji nyamplung mengandung sumber minyak nabati cukup tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kandungan minyak biji nyamplung adalah sekitar 75% menurut Dweek dan Meadow (2002), sedangkan menurut Heyne (2006) dan Soerawidjaja (2001) masing-masing adalah 40% sampai 73% dan 73%. Sejauh ini biji nyamplung belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk setempat di Indonesia. Tanaman nyamplung atau kosambi merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia mulai Sumatera Barat, Riau, Jambi,