173 PERBEDAAN EFEKTIVITAS MUROTTAL AL-QURAN DAN TERAPI AKUPRESUR TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMAN 2 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Masruroh 1 ,Heni Setyowati 2 vinamasruroh@yahoo.co.id h3nysetyo@yahoo.co.id Fakultas ilmu kesehatan,Prodi DIV Kebidanan Universitas ngudi waluyo Semarang Abstrak Nyeri haid adalah aliran menstruasi yang sulit atau menstruasi yang mengalami nyeri diperut bagian bawah dan biasanya disertai mual, pusing, bahkan pingsan yang dapat menggangu aktivitas belajar siswi.Metode untuk mengurangi nyeri haid dengan terapi non farmakologi yaitu dengan Murottal Al –Quran dan terapi Akupresur .Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas dan perbedaan nyeri haid sebelum dan sesudah diberikan Murottal Al -Quran dan terapi Akupresur Metode penelitian yang digunakan adalahpre eksperimental dengan pendekatan studi true experimental rancangan pre-post test.Metode pengumpulan data dengan kuesioner, analisis bivariat dengan uji wilcoxcon math paired dan man withney u test.Populasi penelitian ini adalah seluruh semua siswi kelas x di SMAN 2 Ungaran sebanyak 243 siswi .Teknik pengambilan sampel dengan Purposive sampling sebanyak 40 siswi Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan terapi Murottal Al-Quranp value 0,0001< a (0,05) dan terapi Akupressur p value 0,000 < a (0,05). Terapi Murottal Al -Quran dan terapi Akupressur ada perbedaan yang signifikan dalam pengurangan nyeri haid pada siswi kelas X di SMAN 2 Ungaran . Ada perbedaan yang signifikan antara Murottal Al-Quran dan Akupresur terhadap nyeri haid yang dirasakan oleh siswi kelas X di SMA 2 Ungaran. Metode murottal al quran lebih efektif dalam mengurangi nyeri haid pada siswi kelas X di SMAN 2 Ungaran. Diharapkansiswi yang mengalami nyeri haid dapat diatasi dengan metode Murottal Al Quran . Kata Kunci : Efektivitas, Murottal Al-Quran, Terapi Akupressur , Nyeri Haid 1. Pendahuluan Menstruasi yang terjadi pada saat pertama kali merupakan pertanda seorang remaja sedang mengalami pubertas.Peningkatan hormon menyebabkan beberapa perubahan fisik pada remaja putri, yaitu pematangan payudara, ovarium, rahim dan vagina 1) Salah satu masalah dalam kesehatan reproduksi remaja adalah disminore yang sering terjadi pada remaja ketika menstruasi. Disminore primer merupakan disminore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Disminore primer terjadi pada 90% wanita dan biasanya terasa setelah mereka menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20an atau hingga mereka memiliki anak. Sekitar 10% penderita disminore primer tidak dapat mengikuti kegiatan sehari- hari. 2) Cara mengurangi disminore dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi di kenal sebagai terapi yang lebih aman dari pada terapi faramakologi yang cenderung memiliki efek samping yang nantinya membahayakan. Terapi non faramakologi hadir sebagai terapi yang murah, mudah dan tidak membahayakan, salah satu terapi non farmakologi adalah terapi murrottal Al-