IPTEK-KOM, Vol. 18 No. 1, Juni 2016: 35-50 ISSN 2527-4902 35 AKSES DAN PENGGUNAAN INTERNET PITA LEBAR DI WILAYAH PERBATASAN (INDONESIA – PAPUA NUGINI DAN INDONESIA – TIMOR LESTE) INTERNET BROADBAND ACCESS AND USE IN BORDER REGION (INDONESIA – PAPUA NUGINI AND INDONESIA – TIMOR LESTE) Mukhlis Amin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar Jalan. Prof. Abdurrahman Basalamah II No. 25 Makassar, Telp. 0411-4660084 e-mail: mukhlis.amin@kominfo.go.id Naskah diterima: 27-04-2016 direvisi: 23-06-2016, disetujui: 28-06-2016 Abstrak Pembangunan infrastruktur TIK khususnya broadband di wilayah perbatasan menjadi isu menarik dan strategis yang harus dilakukan. Mengingat perbatasan merupakan wilayah terluar yang bersinggungan langsung dengan negara lain, memiliki potensi terbesar dalam hal keamanan, disintegrasi dan nasionalisme. Penelitian ini melakukan survei akses dan penggunaan internet broadband di wilayah perbatasan RI- PNG dan RI- Timor Leste. Survei ini fokus pada empat permasalahan, yakni akses dan penggunaan internet broadband pada sektor rumah tangga dan individu, sektor bisnis, sektor pendidikan, dan sektor pemerintahan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan indikator utama penggunaan TIK pada masing- masing sektor yang direkomendasikan oleh International Telecommunication Union. Berdasarkan indikator-indikator tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa internet di wilayah perbatasan pada sektor rumah tangga dan individu telah dimanfaatkan, juga halnya pada sektor pendidikan. Namun, pada sektor bisnis, belum banyak unit bisnis yang memanfaatkan internet. Demikian halnya pada sektor pemerintah, internet belum dimanfaatkan dengan baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pengelolaan e-Government. Kata Kunci: akses dan penggunaan TIK, e-bisnis, e-pendidikan, e-pemerintahan, TIK di perbatasan Abstract ICT infrastructure development, especially in border areas, has become a compelling and strategic issue that should be addressed properly. Considering that border areas are frontiers that directly intersect with other countries, they have greater chance in terms of security, disintegration, and nationalism. This study conducts a survey on access and use of broadband internet in the Indonesia-Papua New Guinea border and the Indonesia-Timor Leste border. This survey focuses on four issues, i.e, internet broadband access and use in households and individuals, business sector, education sector and government sector. This study applies survey method that uses questionnaire developed based on main indicators, namely ICT usage in each sector as recommended by the International Telecommunication Union (ITU). Based on those indicators, results show that in border areas, Internet has