COMMUNITY EMPOWERMENT Vol.6 No.12 (2021) pp. 2257-2264 p-ISSN: 2614-4964 e-ISSN: 2621-4024 2257 Pengembangan kapasitas masyarakat melalui manajemen Kampung Wisata Brontokusuman, Yogyakarta berbasis kearifan lokal Ratika Tulus Wahyuhana , Endah Tisnawati, Jeki Trimarstuti Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia ratika.wahyuhana@staff.uty.ac.id https://doi.org/10.31603/ce.5559 Abstrak Nilai budaya sebagai bagian dari kearifan lokal perlu dikuatkan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam manajemen dan inovasi daya tarik wisata. Kegiatan budaya di Kampung Wisata Dewa Bronto selama ini sudah berjalan, tetapi pengelolaannya masih belum optimal. Sejatinya, masyarakat sangat mendukung kegiatan wisata, namun tingkat partisipasinya masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dalam pengelolaan event budaya Kampung Wisata Dewa Bronto di Kelurahan Brontokusuman. Kegiatan pendampingan dilakukan melalui tahapan kegiatan sosialisasi, pelatihan manajemen kampung wisata, manajemen produk wisata, dan pemasaran potensi kampung wisata. Pelaksanaan kegiatan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan masyarakat dan membentuk kesadaran dan kemandirian dalam mengelola kampung wisata, khususnya event budaya. Hal tersebut ditunjukkan dengan partisipasi aktif masyarakat dalam mengadakan event budaya secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga mengikuti lomba kepariwisataan bertema budaya di tingkat lokal Kota Yogyakarta. Kata Kunci: Kampung wisata; Kapasitas masyarakat; Partisipasi aktif Community capacity building based on local wisdom through the management of the Brontokusuman tourism village, Yogyakarta Abstract Cultural values must be strengthened as part of local wisdom by increasing community capacity in the management and innovation of tourist attractions. Cultural activities in Dewa Bronto Tourism Village have been running for some time, but their management is still subpar. The community does strongly support tourism activities, but community participation in managing the potential of tourist villages remains low. This service activity aims to increase community involvement in managing the cultural event of Dewa Bronto Tourism Village in Brontokusuman Village through an empowerment approach. Mentoring activities are carried out at various stages of socialization, tourism village management training, tourism product management, and marketing the potential of tourist villages. Implementing community service activities has the potential to increase knowledge, community skills, and form awareness and independence in the management of tourist villages, particularly cultural events. Implementing the program has the potential to increase knowledge, community skills, and form awareness and independence in the management of tourist villages, particularly cultural events. This is demonstrated by the community's active participation in organizing cultural events on its own. Furthermore, the community participated in cultural-themed tourism competitions at the Yogyakarta City level. Keywords: Tourism village; Community capacity; Active participation