ANALISIS KESIAPAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN
YOGYAKARTA SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
(Analysis on Readiness of Yogyakarta Forest Management Unit
as Sub-National Public Service Agencies)
Sulistya Ekawati, Fentie J. Salaka & Kushartati Budiningsih
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Jalan Gunung Batu No.5, Bogor 16118, Indonesia
E-mail: sulistya.ekawati@yahoo.co.id; fentiesalaka@gmail.com; k.budiningsih@yahoo.com
Diterima 21 Agustus 2017, direvisi 9 Januari 2018, disetujui 1 Februari 2018.
ABSTRACT
The institution of Yogyakarta Forest Management Unit (FMU) is considered still bureaucratic which makes it
diffcult to respond quickly to problems related with fnancial management. Although Sub-National Public Service
Agencies (SNPSA) is an independent fnancial management institution, but Yogyakarta FMU is not confdent yet to
perform this scheme. This study aims to analyze some legislation related with independent fnancial management,
formulate supporting legal instruments and provide institutional options for independent fnancial management
that would be matched for Yogyakarta FMU. By using a qualitative analyse approach with a paradigm of critical
legal theory the study showed that there was similiarity regarding principles of effeciency and effectiveness in
forest and fnancial management carried out by FMU and SNPSA . However, in order to be independent, FMU
needs to be self-suffcient through synchronization and revision of several regulations related with it. It is suggested
that hybrid public organization as an independent fnancial management for FMU to gain political support from
local governments, strong leadership, preparation of capable human resources and improvement on accounting
management.
Keywords: FMU; institutional; regulation; forest management; Sub National Public Service Agencies (SNPSA).
ABSTRAK
Bentuk kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta yang ada saat ini sangat birokratis,
sehingga tidak dapat merespon permasalahan dengan cepat terkait pengelolaan keuangan. Selama ini ada
keraguan KPH Yogyakarta untuk menerapkan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam pengelolaan
keuangannya. Penelitian bertujuan menganalisis beberapa peraturan perundangan terkait kelembagaan kemandirian
KPH, merumuskan perangkat hukum pendukung kemandirian manajemen keuangan, dan memberikan pilihan
kelembagaan untuk mendukung kemandirian KPH. Penelitian ini menggunakan paradigma critical legal theory
dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan prinsip pengelolaan hutan oleh KPH
dan pengelolaan keuangan oleh BLUD, yaitu prinsip efsiensi dan efektivitas. Kemandirian KPH perlu dilakukan
melalui sinkronisasi dan revisi beberapa peraturan yang terkait dengan KPH. Bentuk kelembagaan KPH hybrid
public organization dalam bentuk BLUD perlu mendapat dukungan politik dari pemerintah daerah, kepemimpinan
yang kuat, penyiapan sumber daya manusia yang kapabel dan perbaikan manajemen akuntansi.
Kata kunci: KPH; kelembagaan; peraturan; pengelolaan hutan; Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
©2018 JAKK All rights reserved. Open access under CC BY-NC-SA license. doi: http://dx.doi.org/10.20886/jakk.2018.15.1.1-18
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol. 15 No.1, Mei 2018 : 1-18
p-ISSN 0216-0897
e-ISSN 2502-6267
Terakreditasi No. 755/AU3/P2MI-LIPI/08/2016
1