Jurnal SOSIO DIALEKTIKA 6 (2) (2021) P-ISSN: 2540.8941 e-ISSN: 2623.2944 sosiodialektika@unwahas.ac.id Evaluasi Komunikasi: Studi Kasus Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Oleh BNN Jakarta Timur 127 Sylvia Roennfeld 1 , Sophia Bernadette 2 EVALUASI KOMUNIKASI: STUDI KASUS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGGIAT ANTI NARKOBA OLEH BNN JAKARTA TIMUR Sylvia Roennfeld 1 , Sophia Bernadette 2 Prodi Hubungan Masyarakat, Fakultas Komunikasi Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta, Indonesia sylvia.ar@lspr.edu 1 , sophia.b@lspr.edu 2 Abstrak The problem of drug abuse and trafficking is increasingly becoming a problem for every country worldwide, including Indonesia. DKI Jakarta, as the state capital, ranks third nationally in narcotics abuse, with a trial use prevalence rate reaching 4.9%. In this study, researchers will focus on evaluating communication programs carried out through technical guidance carried out by BNN for anti-drug activists in the educational environment. We utilized the four stages of program planning by Cutlip, Center and Broom, to get a picture of the situation, program planning and form of communication, which will elaborate further on aspects of communication evaluation based on the Yardstick evaluation model.. Keywords: BNN, Community Empowerment, Drugs, Public Relations, Yardstick Evaluation A. PENDAHULUAN Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang semakin mewabah menjadi persoalan bagi setiap negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan dari data hasil Survei BNN-UI (2011) tentang Survei bahwa angka prevalensi penyalahguna Narkoba di Indonesia telah mencapai 2,2% atau sekitar 3,8 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun) (BNN, 2019). Kerja sama pemerintah dan masyarakat dalam menjawab tantangan ini dapat dipenuhi dengan sukses melalui sinergi yang terukur dan terencana. Peningkatan partisipasi masyarakat adalah implementasi yang prioritas dan