JIMMI 2 (2) (2022) DOI: ……………………… http://ejournal.stai-aljawami.ac.id/index.php/jimmi e-ISSN: TRADISI ACARA NGADEGKEUN IMAH’ PERSPEKTIF ISTIHSAN BIL URFI Silmi Nurul Fadilah Pendidikan Agama Islam Email: silminurul09287@gmail.com Udin Juhrodin Pendidikan Agama Islam Email: udinjuhrodin@gmail.com ABSTRACT Ngadegkeun Imah is a traditional event that occurs in the Kp community. Cikamuning, which is often done every time someone builds a house after installing the Suhunan pole. Ngadegkeun Imah is a traditional event to build a house by reading prayers, numpeng, distributing food to neighbors, slaughtering chickens, hanging some of the crops. This study aims to determine istihsan's perspective on the tradition of the Ngadegkeun Imah event in the Kp community. Cikamuning by using urf analysis. This research is descriptive qualitative with data collection using interviews and observations. The research subjects were family, community leaders, religious leaders, totaling 6 people. The results showed that the ngadegkeun imah event started from ancient times, to keep us away from a less safe, comfortable home atmosphere and from negative things such as the disturbance of evil jinn. Botram is also considered by them as a positive event tradition because it is a form of gratitude to Allah SWT. and can foster comfort, security in the home. The conclusion of this research is that the botram tradition is seen from the urf aspect, it is a type of authentic urf that does not conflict with the Koran, al-Hadith and logic. In addition, the botram tradition has good positive values, namely growing gratitude, giving to each other, so that this tradition can be allowed by istihsan. Keywords: ngadegkeun imah, positives values, istihsan, urf. ABSTRAK Ngadegkeun Imah adalah acara tradisi yang terjadi di masyarakat Kp. Cikamuning, yang sering dilakukan setiap ada yang membangun rumah setelah pemasangan tiang suhunan. Ngadegkeun Imah merupakan acara tradisi mendirikan rumah dengan melakukan pembacaan do’a, numpeng, membagikan makanan ke tetangga, menyembelih ayam, menggantungkan sebagian hasil tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif istihsan terhadap tradisi acara ngadegkeun imah di masyarakat Kp. Cikamuning dengan menggunakan analisis urf. Penelitian merupakan menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan datanya menggunakan interview dan observasi. Subjek penelitian adalah Keluarga, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama yang berjumlah 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan acara ngadegkeun imah dimulai sejak zaman dahulu, untuk menjauhkan kita dari suasana rumah yang kurang aman, nyaman dan dari hal-hal negatif seperti gangguan jin jahat. Botram juga, dinilai oleh mereka sebagai tradisi acara yang positif karena merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. dan dapat menumbuhkan kenyamanan, keamanan dalam rumah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi botram dilihat dari aspek urf, itu merupakan jenis urf shahih yang tidak bertentangan dengan al-Quran, al- Hadis dan logika. Selain itu, tradisi botram memiliki nilai-nilai positif yang baik, yaitu menumbuhkan rasa syukur, saling memberi antar sesama, sehingga tradisi ini dapat dibolehkan secara istihsan. Kata Kunci: ngadegkeun imah, nilai-nilai positif, istihsan, urf.