MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2021. 7(2): 1126-1140 1126 PENDAPATAN DAN KOMPARASI PETANI USAHATANI PADI SAWAH DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DAN KONVENSIONAL DI KABUPATEN KARAWANG INCOME AND COMPARATION OF FARMERS OF RICE SAHATANI BUSINESSES BY USING LEGOWO AND CONVENTIONAL JAJAR PLANTING SYSTEM TECHNOLOGY IN KARAWANG DISTRICT Ray Samwal Alfariqi*, Dini Rochdiani, Eti Suminartika Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran *E-mail: ray18001@mail.unpad.ac.id (Diterima 23-02-2021; Disetujui 03-06-2021) ABSTRAK Peningkatan produksi padi melalui perbaikan pada sisi produksi penting untuk dilaksanakan untuk mewujudkan kedaulatan, ketahanan dan swasembada pangan. Beberapa upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi padi nasional telah dilakukan. Tujuan penelitian menganalisis komparatif pendapatan petani pada usahatani padi sawah dengan menggunakan teknologi sistem tanam jajar legowo dan konvensional di Kabupaten Karawang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Karawang, sampel petani pada teknologi sistem tanam jajar legowo dan konvensional adalah 110 petani terdiri atas 50 petani yang menggunakan sistem tanam jarwo, dan 60 petani yang menggunakan sistem tanam konvensional. Analisis biaya dilakukan dengan mengelompokan biaya-biaya yang digunakan yang terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel dan uji beda. Hasil penelitian Pendapatan petani pada usahatani padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo dengan nilai rata-rata (Rp38.026.916,41/ha/MT) dari sistem tanam konvensional (Rp28.118.602/ha/MT). Komparasi pendapatan petani usahatani padi sawah berdasarkan analisis uji beda terdapat perbedaan antara pendapatan petani pada usahatani padi sawah yang menerapkan teknologi sistem tanam jajar legowo lebih besar dari konvensional. Kata kunci: usahatani, jajar legowo, konvensional, sawah, pendapatan ABSTRACT Increasing rice production through improvements on the production side is important to be implemented to achieve food sovereignty, resilience and self-sufficiency. Several government efforts to increase national rice production have been carried out. The research objective was to analyze the comparative income of farmers in lowland rice farming using the legowo row and conventional cropping system technology in Karawang district. The research design used a quantitative approach. This research was conducted in Karawang Regency, the sample of farmers in the legowo row and conventional cropping system technology was 110 farmers consisting of 50 farmers who used the jarwo planting system, and 60 farmers who used the conventional planting system. Cost analysis is done by grouping the costs used which consist of fixed costs and variable costs and different tests. The results of the research were farmers' income in lowland rice farming using the legowo row cropping system with an average value (Rp. 38,026,916.41 / ha / MT) from the conventional planting system (Rp. 28,118,602 / ha / MT). The comparison of lowland rice farming farmers' income based on different test analysis shows that there is a difference between the income of farmers in lowland rice farming that applies the legowo row planting system technology which is greater than conventional. Keywords: farming, legowo row, conventional, rice field, income