Rekayasa, 2021; 14(1): 26-31
ISSN: 0216-9495 (Print)
ISSN: 2502-5325 (Online)
Perancangan Trainer Komunikasi Receiver Frequency Modulation sebagai Media
Pembelajaran Teknik Elektro
Diana Rahmawati
1*
, Achmad Ubaidillah
1
, dan Ardian Wahyuni
1
1
Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura
Jl Raya Telang No 02 Kamal Bangkalan Madura 69162 Jawa Timur
*diana.rahmawati@trunojoyo.ac.id
DOI: https://doi.org/10.21107/rekayasa.v14i1.7999
ABSTRACT
On a Frequency Modulation (FM) receiver there is an interference caused which is usually due to the distance and strong
signal from the FM transmitter carried to the FM receiver device. The system used PLL (Phase Loocked Loop) system on the
oscillator. An oscillator is an electronic device that produces a voltage signal output. The use of oscillators as the carrier of
the signal and the message signal produces waves with a certain frequency value, and has a frequency shift of 56,25KHz. The
output of the FM receiver is a signal containing of the FM transmitter in the 88MHz-108MHz range. The signals received
from the transmitter are short audio and sine signals, so they can be analyzed based on their waves in oscilloscopes and
matlab experiments. In this trainer, there are tuners, IF amplifier, multiplexer demodulator, and digital counter frequency.
The IC used is LA1260, LA3361, LB3500, LC7265. The result of making an FM receiver trainer get a satisfaction value of the
practical test 80,12% based on aspects of media appearance, technical quality and usefulness. A device designed for UTM
Electrical Engineering students as a trainer in FM telecommunications system learning medium practiced in the UTM
Department of Electrical Engineering
Keywords : demodulator, receiver, FM, trainer, IC
PENDAHULUAN
Penyampaian informasi dengan jarak yang
amat jauh membutuhkan suatu alat atau perangkat
komunikasi yang berupa pesawat radio
(Noersasongko, 1997). Pesawat radio merupakan
salah satu jenis media dari bermacam-macam
media dalam menyampaikan informasi. Sinyal
informasi yang dipancarkan merupakan sinyal yang
diubah terlebih dahulu sinyalnya ke dalam bentuk
sinyal-sinyal listrik (modulasi) yang kemudian
dikirim ke tempat-tempat yang jauh melalui saluran
transmisi. Pemancar ini disebut dengan transmitter,
sedangkan yang menerima sinyal informasi yang
dipancarkan adalah receiver. Informasi elektrik yang
diubah ke sinyal informasi asli disebut dengan
isyarat demodulasi, yaitu dikembalikan ke sinyal
informasi semula (Isyanto & Waloya, 2017).
Modulasi frekuensi merupakan frekuensi
gelombang pembawa yang diubah oleh sinyal
informasi sedangkan amplitudonya tetap
(Murtianta, 2017). Dengan kinerjanya yang
selektivitas dan sensitivitas perlu dicoba untuk
membuat alat yang berhubungan dengan penerima
FM (Frequency Modulation). Menurut (Roeden,
2015), analog FM radio stereo system, memiliki
saluran kiri (L) dan saluran kanan (R) dari sinyal
audio yang disampaikan. Sehingga diperoleh sinyal
(L + R) dan (L-R) yang beroperasi dalam kisaran
saluran antara 87,5 hingga 108 MHz. Saluran L-R
dibisukan ketika kondisi penerimaan menjadi terlalu
berisik. Ketika sinyal L-R rendah, harus memilih
menerima kebisingan dan output stereo nyata, atau
penerima menjadi Mono.
Pada penelitian selanjutnya oleh Ashari dan
Setiawan (2018) menerangkan bahwa Phase Lock
Loop (PLL) sangat berperan penting pada receiver
FM, sistem kerjanya yang membandingkan sinyal
informasi dengan sinyal referensi yang kemudian
dikontrol dengan pendeteksi fasa yang
membutuhkan kestabilan frekuensi sehingga
digunakan osilator Kristal. PLL juga dapat
mengembalikan sinyal frekuensi yang termodulasi
REKAYASA
Journal of Science and Technology
https://journal.trunojoyo.ac.id/rekayasa
Article History:
Received: July, 7
th
2020; Accepted: February, 15
th
2021
Rekayasa ISSN: 2502-5325 has been Accredited by Ristekdikti
(Arjuna) Decree: No. 23/E/KPT/2019 August 8th, 2019 effective
until 2023
Cite this as:
Rahmawati, D., Ubaidillah, A & Wahyuni, A. (2021). Perancangan
Trainer Komunikasi Receiver Frequency Modulation sebagai Media
Pembelajaran Teknik Elektro. Rekayasa 14 (1). 26-31 doi:
https://doi.org/10.21107/rekayasa.v14i1.7999
© 2021 Diana Rahmawati, Achmad Ubaidillah, Ardian Wahyuni