Gulbuddin dan Larasati | Penatalksanaan Komprehensif Arthritis Gout dan Osteoarthritis pada Buruh Usia Lanjut J Medula Unila|Volume 7|Nomor 3|Juni 2017 |22 Penatalaksanaan Komprehensif Arthritis Gout dan Osteoarthritis pada Buruh Usia Lanjut Gulbuddin Hikmatyar, TA Larasati Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Abstrak Sensus penduduk Indonesia tahun 2010, jumlah lansia sebanyak 18,1 juta dan diperkirakan akan terus meningkat, sedangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, pada lansia prevalensi penyakit sendi (24,7%) berada diurutan ketiga penyakit tidak menular setelah stroke (57,9%) dan hipertensi (36,8%), yang meningkat seiring bertambahnya umur. Salah satu penyakit sendi adalah arthritis gout, merupakan gangguan metabolik asam urat menumpuk dalam jaringan tubuh. Pada gout terdapat defosit kristal asam urat di dalam persendian. Pencetus nyeri sendi lainnya osteoarthritis, merupakan penyakit sendi degeneratif ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi, meningkatnya ketebalan serta sklerosis lempeng tulang. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada masyarakat saat ini akibat peningkatan tekanan darah. Umumnya penyakit hipertensi tidak terdeteksi karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksaan kesehatannya. Metode yang digunakan adalah case report. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien memiliki derajat fungsional 2 dengan arthritis gout, osteoarthritis dan prehipertensi dengan faktor resiko internal yaitu usia, pengetahuan kurang mengenai penyakit, perokok aktif, aktivitas fisik banyak, pola berobat kuratif, tidak pernah berolahraga. Faktor resiko eksternal pasien yaitu kurangnya pengawasan terhadap pola makan, kepribadian pasien tertutup, dan ekonomi keluarga kurang. Edukasi dilakukan pada pasien dan keluarganya tentang penyakit dan pencegahan agar tidak menimbulkan komplikasi, dilakukan evaluasi dan terdapat perubahan dari perilaku kesehatan, pola makan, dan aktifitas fisiknya. Penatalaksanaan pada pasien dilakukan secara holistik, patient center, dan family approach. Pada proses perubahan perilaku, Tn. S sudah mencapai tahap trial. Peran keluarga penting dengan cara mendukung serta terlibat dalam perawatan dan pengobatan pasien. Kata Kunci: arthritis gout, hipertensi, osteoarthtritis, perilaku kesehatan Comprehensive Management of Arthritis Gout and Osteoarthritis in Old Age Workers Abstract Census of Indonesian in 2010, the number of elderly is 18.1 million and expected continue to increase, while based on Riskesdas 2013, in elderly prevalence of joint disease (24,7%) is in third of non-communicable diseases after stroke (57,9% ) and hypertension (36.8%). One of the joint diseases is gout arthritis, a metabolic disorder of gout accumulating in tissues. In gout there is deficit of uric acid crystals in joints. The other joint pain is osteoarthritis, a degenerative joint disease characterized by joint cartilage damage, increased thickness and sclerosis of bone plates. Hypertension is a disease that is found in many people because increased blood pressure. Generally, hypertension disease is not detected because low public awareness. The method is Case Report. Primary data were obtained by anamnesis and physical examination. Patient have 2 functional degrees with gout arthritis, osteoarthritis and prehypertension with internal risk factors are age, lack of knowledge about the disease, active smokers, numerous physical activity, curative medication patterns, lack exercising. External risk factors for patients are lack of supervision of diet, closed patient personality, and poor economy. Education is done to patient and his family about disease and prevention of complications, after the evaluation, there are change of health behavior, diet and physical activity. Management in patients is done holistically, patient center, and family approach. In the process of behavior change, patient has reached the stage of trial. The family role is important by supporting and engaging in patient care and treatment. Keywords: gout arthritis, health behavior , hypertension, osteoarthtritis Korespondensi: Gulbuddin Hikmatyar, S.Ked., alamat Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, HP 082176128815, e-mail hikmatyarg@gmail.com Pendahuluan Proses penuaan ditandai dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada beberapa organ dan sistem. Perubahan yang terjadi menyebabkan penurunan fungsi tubuh untuk melakukan aktivitas. Seiring dengan peningkatan persentase lansia terjadi juga peningkatan jumlah dan tingkat kejadian penyakit kronis yang disebabkan oleh penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan serta kelemahan pada lansia. Tujuh golongan penyakit yang banyak dilaporkan terjadi pada lansia adalah arthritis, hipertensi, gangguan pendengaran, kelainan jantung, sinusitis