65 Application of Plantaricin as an Antimicrobial Substrate in the Milking Process to Maintain Milk Quality in Smallholder Dairy Farm Wahyuningtyas AN 1,2 , Arief II 2 , Taufik E 2 ¹Graduate School, Bogor Agricultural University. Department of Animal Production and Technology, Bogor 16680 ²Department of Animal Production and Technology, Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University, Bogor 16680 E-mail: amalinanw2601@gmail.com irmaisnafia@gmail.com epitaufik@gmail.com (received 11-03-2021; revised 12-04-2021; accepted 12-04-2021) ABSTRAK Wahyuningtyas AN, Arief II, Taufik E. 2021. Aplikasi plantarisin sebagai substrat antimikroba dalam proses pemerahan untuk mempertahankan kualitas susu pada peternakan sapi perah rakyat. JITV 26(2): 65-73. DOI. http://dx.doi.org/10.14334/jitv.v26i2.2718. Cemaran bakteri patogen yang terdapat pada susu sapi segar dapat disebabkan karena manajemen pemerahan yang kurang baik. Proses pemerahan secara tradisional ini memungkinkan susu terkontaminasi dari bakteri dan kotoran. Pencelupan puting sapi perah menggunakan antiseptik komersial adalah upaya umum yang dapat dilakukan untuk mencegah mastitis. Pencelupan puting dapat dilakukan setelah pemerahan dengan menggunakan bahan antiseptik sintetik seperti povidone iodine dan chlorine. Namun penggunaan antiseptik sintetik sebenarnya dapat menimbulkan efek iritasi ringan dan alergi serta meninggalkan residu. Oleh karena itu, penggunaan antiseptik berbahan dasar alami diharapkan dapat menggantikan antiseptik sintetik. Salah satu antiseptik berbahan dasar alami yang dapat digunakan adalah bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi plantarisin IIA-1A5 sebagai pengganti antibakteri sintetik selama proses pemerahan sapi perah terhadap kualitas susu sapi yaitu kualitas mikrobiologi, fisikokimia, dan pengukuran pH. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Rancangan perlakuan terdiri dari kontrol (tanpa pencelupan), plantarisin 0,0074%, dan povidone iodine 0,2%. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi plantarisin IIA-1A5 sebagai pencelupan puting sebelum pemerahan dapat menurunkan populasi Total Plate Count, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Penggunaan plantarisin IIA-1A5 sebagai pencelupan puting tidak mengubah nilai pH dan kualitas fisikokimia (lemak, SNF, laktosa, dan protein) yang berada di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang susu segar. Kemampuan ini sebanding dengan iodine, antibakteri sintetik yang banyak digunakan peternak kecil di Indonesia. Disimpulkan bahwa plantarisin IIA-1A5 dapat digunakan sebagai pengganti antibakteri sintetik iodine untuk pencelupan puting susu sebelum pemerahan. Kata Kunci: L. Plantarum IIA-1A5, Plantarisin IIA-1A5, Susu segar ABSTRACT Wahyuningtyas AN, Arief II, Taufik E. 2021. Application of plantaricin as an antimicrobial substrate in the milking process to maintain milk quality in smallholder dairy farm. JITV 26(2): 65-73. DOI. http://dx.doi.org/10.14334/jitv.v26i2.2718 Pathogenic bacterial contamination found in fresh cow's milk can be caused by poor milking management. This traditional milking process allows the milk to be contaminated from bacteria and dirt. Dyeing dairy cows using a commercial antiseptic is a common measure that can be done to prevent mastitis. Nipple immersion can be done after milking using synthetic antiseptic agents such as povidone iodine and chlorine. However, the use of synthetic antiseptics can actually cause a slight irritation and allergic effect and leave a residue. Therefore, it is hoped that the use of natural-based antiseptics can replace synthetic antiseptics. One of the natural based antiseptics that can be used is bacteriocin. This research aimed to analyze the application of the plantaricin IIA-1A5 as a substitute for synthetic antibacterial for teat dipping before milking namely microbiological tests, physicochemical tests, and pH measurements. The study was conducted using a randomized block design (RBD) with three replications. The treatment design consisted of control (without immersion), plantaricin 0.0074%, and povidone iodine 0.2%. Results showed application of plantaricin IIA-1A5 as teat dipping before milking can reduce the Total Plate Count, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus population. The use of plantaricin IIA-1A5 as teat dipping did not change pH value and physicochemical quality (fat, SNF, lactose, and protein), which is below the Indonesian National Standard (SNI) about fresh milk. This ability is comparable to the iodine group, a synthetic antibacterial widely used by smallholder breeders in Indonesia. It is concluded that plantaricin IIA-1A5 can be used as a substitute for synthetic antibacterial (iodine group) for teat dipping before milking. Key Words: Fresh milk, L. Plantarum IIA-1A5, Plantaricin IIA-1A5