46
Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling
Volume 3 Number 2 December 2017. Page 46-54
p-ISSN: 2443-2202 e-ISSN: 2477-2518
Homepage: http://ojs.unm.ac.id/index.php/JPPK
Keterampilan Metakognisi Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan
Konseling Terhadap Mata Kuliah Statistik
Muya Barida
Bimbingan dan Konseling, Universitas Ahmad Dahlan
Email: muya.barida@bk.uad.ac.id
Abstract. The purpose of this study to determine metacognition skills possessed by
students. The study used phenomenology research model. Subjects of this study are
counseling and guidance students who follow the statistical course of the 2010-2014
class. Data were collected by conducting interviews and through qualitative
questionnaires. Further data is analyzed by phenomenology analysis technique. The result
of the study can be concluded that the student tendency has negative metacognition skills
and some students have positive metacognition skills.
Keywords: Metacognition skills; statistics; students.
Abstrak. Tujuan studi ini untuk mengetahui keterampilan metakognisi yang dimiliki oleh
mahasiswa. Studi menggunakan model penelitian fenomenologi. Subjek studi ini adalah
mahasiswa bimbingan dan konseling yang mengikuti matakuliah statistik dari angkatan
2010-2014. Data dikumpulkan dengan melaksanakan kegiatan wawancara dan melalui
kuesioner kualitatif. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik analisis fenomenologi.
Hasil dari studi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan mahasiswa memiliki
keterampilan metakognisi yang negatif dan beberapa mahasiswa ada yang memiliki
keterampilan metakognisi yang positif.
Kata Kunci: Keterampilan metakognisi; statistik; mahasiswa.
Copyright © 2017 Universitas Negeri Makassar. This is an open access article under the CC BY-
NC-ND license (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/).
PENDAHULUAN
Kognisi yang biasa dikenal sebagai
kehidupan, aktivitas atau proses mental yang
terjadi di dalam otak merupakan salah satu
aspek yang mendorong terjadinya perilaku
individu. Wade & Tavris (2007: 272-273)
berasumsi bahwa proses mental yang
didalamnya meliputi perolehan informasi,
membuat keputusan, menalar, dan menjawab
suatu masalah akan mempengaruhi apa yang
dilakukan individu. Selain itu, proses mental
juga mempengaruhi sifat-sifat kepribadian yang
individu kembangkan. Setiap peserta didik yang
mengalami suatu pengalaman yang sama, bisa
saja akan memperoleh pembelajaran dan
menunjukkan perilaku yang berbeda
dikarenakan oleh proses mental atau kognisi.
Teori Gestalt (dalam Hergenhahn &
Olson, 2008) menggambarkan mekanisme
munculnya perilaku yang dimulai dari adanya
stimulasi eksternal (sensoris, bersifat indrawi)
menimbulkan reaksi di otak. Kemudian otak
aktif mengubah stimulasi sensoris. Selanjutnya
(Diterima: 07-Agustus-2017; direvisi: 18-Oktober-2017; dipublikasikan: 27-Desember-2017)