Fondatia : Jurnal Pendidikan Dasar Volume 5, Nomor 1, Maret 2021; 62-84 https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/fondatia TGH SIBAWAIHI MUTAWALLI: KAJIAN LINGKUNGAN DALAM DAKWAH MODERN ISLAM DI LOMBOK Hasan Gauk & Muhamad Zaril Gapari STIT Palapa Nusantara hasangauk@gmail.com , zagap205@yahoo.co.id Abstract There has been destruction on this earth both on land and in the ocean as a result of the act of human hands (Al- Qur'an, Ar-Rum; 41). Floods, landslides, forest and land fire which are the result of illegal logging, land burning, forest encroachment are clear evidence of fragments of the above verses of the Qur'an. Though man sent by God Almighty Allah as a leader of the earth who should take care and sustain the environment, and Muslims in particular are assigned as a mercy of the universe (rahmatan lil alamin). Seeing this situation, it needs a Muslim who can be a transformer, driver, accelerator, trigger, and protector to guide human in maintaining and utilizing the environment wisely. On the island of Lombok, socio-culturally in which the figure of Tuan Guru as is the informal leader that considered will be capable of carrying this heavy task. Tuan Guru Haji (TGH) Sibawaihi is a figure who considered has the ability of being the Muslim Scholar (Ulama) who plays an important role in environmental conservation, especially in Lombok Island. This is because he has a complete Tuan Guru type which considered as the requirements of being Envi ronment based da’wah, he has the type of Tuan Guru intellectual, Tuan Guru Pesantren, Tuan Guru Guru Panggung and Tuan Guru Tarekat. Besides, he is also well known as a Tuan Guru who full of motivation and strong on act, innovation and smart on concept, inspire and transform the social-culture life. Lastly his philosophy on concept and act is based on Qur’an, Hadits and the full of fear of almighty AllahSWT. Keywords : TGH Sibawaihi Mutawalli, Environmental Study, Islamic Modern Demand Abstrak: Telah ada kehancuran di bumi ini baik di darat maupun di laut sebagai hasil dari tindakan tangan manusia (Al-Qur'an, Ar -Rum; 41). Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan tanah yang merupakan hasil dari penebangan liar, pembakaran lahan, perambahan hutan adalah bukti yang jelas dari fragmen ayat-ayat Al-Qur'an di atas. Padahal manusia diutus oleh Allah SWT sebagai pemimpin bumi yang harus menjaga dan memelihara lingkungan, dan umat Islam khususnya ditugaskan sebagai rahmat alam semesta (rahmatan lil alamin). Melihat situasi ini, dibutuhkan seorang Muslim yang bisa menjadi transformator, pengemudi, akselerator, pemicu, dan pelindung untuk membimbing manusia dalam menjaga dan memanfaatkan lingkungan dengan bijak. Di Pulau Lombok, secara sosial budaya di mana sosok Tuan Guru sebagai pemimpin informal yang dianggap akan mampu menjalankan tugas berat ini. Tuan Guru Haji (TGH) Sibawaihi adalah sosok yang dianggap memiliki kemampuan menjadi Cendekiawan Muslim ( Ulama ) yang memainkan peran penting dalam pelestarian lingkungan, terutama di Pulau Lombok. Ini karena ia memiliki tipe Tuan Guru lengkap yang dianggap sebagai persyaratan dakwah berbasis lingkungan , ia memiliki tipe Tuan Guru intelektual, Tuan Guru Pesantren, Tuan Guru Guru Panggung dan Tuan Guru Tarekat . Selain itu, ia juga dikenal sebagai Tuan Guru yang penuh motivasi dan kuat dalam