J. Hort. Indonesia, April 2020, 11(1):72-81 p-ISSN 2087-4855 e-ISSN 2614-2872 DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jhi.11.1.72-81 Terakreditasi No: 2/E/KPT/2015 Tersedia online di http://journal.ipb.ac.id/index.php/jhi 1 Program Studi Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia 2 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia E-mail : surjonoagh@apps.ipb.ac.id (*penulis korespondensi) Induksi Mutasi Sinar Gamma dan Seleksi Tanaman Okra Merah untuk Perbaikan Daya Hasil Gamma Rays Induced Mutation and Selection on Red Okra for Yield Improvements Pipit Werdhiwati 1 , Surjono Hadi Sutjahjo 2 *, dan Desta Wirnas 2 Diterima 23 Desember 2019/Disetujui 12 Maret 2020 ABSTRACT Okra is a Malvaceae plant that has antidiabetic activity which can reduce and stabilize blood sugar levels. Glibenclamide content in ethanol extracts of okra is known to stimulate insulin secretion from beta cells. The availability of okra in Indonesia is still limited and need to improve the production. Induced mutation technique is an alternative way to increase okra diversity which the existence of genetic material is very limited. The purpose of this research is to get information about LD50 and selection best individu. The study was conducted by irradiation of okra seeds at dose of 0 to 900 Gy and LD50 analysis, then re-irradiated at LD50 doses. The results showed that LD50 values on red okra plant were 574.08 Gy. The coefficients of genetic variety were high in the nodes and fruits number. The character of nodes number is closely related to the fruits number caused by direct influence. Based on correlation, path coefficients, and heritability values, the character of nodes number was recommended to be used as a criteria selection for obtaining okra lines with potentially high yield. Key words: correlation, heritability, LD50, path analysis ABSTRAK Okra merupakan tanaman dari suku Malvaceae yang memiliki aktivitas antidiabetik, dapat menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah. Kandungan glibenclamide yang terdapat pada ekstrak etanol buah okra dapat merangsang sekresi insulin dari sel beta. Ketersediaan okra di Indonesia masih terbatas dan perlu ditingkatkan produksinya. Teknik induksi mutasi menjadi alternatif untuk meningkatkan keragaman tanaman okra yang keberadaan materi genetiknya sangat terbatas. Peneltian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi LD50 dan seleksi individu terbaik tanaman okra untuk perbaikan daya hasil. Dosis iradiasi sinar gamma yang diaplikasikan pada benih okra yaitu 0 Gy hingga 900 Gy dan dilakukan analisis LD50, kemudian dilakukan iradiasi kembali pada dosis LD50. Hasil penelitian diperoleh nilai LD50 sebesar 574.08 Gy. Keragaman genetik yang tinggi hanya ditunjukkan pada karakter karakter jumlah buku dan jumlah buah. Karakter jumlah buku berhubungan erat dengan jumlah buah disebabkan oleh pengaruh langsung. Berdasarkan nilai korelasi, koefisien lintas, dan heritabilitas, karakter jumlah buku digunakan sebagai kriteria seleksi untuk mendapatkan galur okra berdaya hasil tinggi. Kata kunci: analisis sidik lintas, heritabilitas, korelasi, LD50 PENDAHULUAN Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) merupakan salah satu tanaman yang dapat mencegah dan mengobati penyakit diabetes mellitus (DM). Buah okra dapat menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah (Khatun et al., 2010; Indah, 2011; Jain et al., 2012) dan memiliki aktivitas antidiabetik (Subrahmanyam et al., 2011; Gemede et al., 2014). Kandungan glibenclamide yang terdapat pada ekstrak