Original Article Journal of Science and Applicative Technology vol. 5 (1), 2021, pp. 163-170 | 163 HARAHAP, Journal of Science and Applicative Technology vol. 5 (1), 2021, pp. 163-170 e-ISSN: 2581-0545 - https://journal.itera.ac.id/index.php/jsat/ Copyright © 2019 Journal of Science and Applicative Technology. Content from this work may be used under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International Licence. Any further distribution of this work must maintain attribution to the author(s) and the title of the work, journal citation and DOI. Published under licence by Journal of Science and Aplicative Technology (JSAT). Received 8th March 2021 Accepted 9th March 2021 Published 11st March 2021 DOI: 10.35472/jsat.v5i1.426 Komparasi Indikator Rumah Layak Huni dan Permukiman Kumuh Indonesia : Studi Kasus Kota Bandar Lampung Tetty Harahap *a a Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Indonesia * Corresponding E-mail: tetty.harahap@pwk.itera.ac.id Abstract: Unanticipated urban development is the beginning of the emergence of housing and settlement problems. In Indonesia, settlement problems are grouped into four types, namely the problem of housing backlogs, unlivable housing, slum settlements and illegal houses. When observed, the physical appearance of slum settlements and unlivable housing is not much different. The aim of this study is to identify the compatibility of indicators for slum settlements and livable housing. The unit of observation and analysis in this study is the fulfillment of the indicators of livable houses in the slum areas of Bandar Lampung City and the comparison of indicators of slum settlements and livable housing in Indonesia with several other countries (Malaysia, Korea, Australia, Canada, and the United Kingdom). The method used is deductive quantitative method and fisher exact test analysis techniques and indicator comparisons. The results of this study are (1) the insignificance of the relationship between the fulfillment of the indicators of livable houses and slums and (2) the Indicators of Livable Houses in several other countries (Malaysia, Korea, Australia, Canada, and the UK) and livable houses belonging to Indonesia. With this research, it is hoped that the indicators for determining slum settlements and habitable houses can be integrated so that the handling of settlement problems in Indonesia can be more effective and efficient. Keywords: indicators of slum settlements, indicators of livable housing, Bandar Lampung City, Urban Development Abstrak: Perkembangan Kota yang tidak diantisipasi adalah awal dari munculnya permasalahan perumahan dan permukiman. Di Indonesia permasalahan permukiman dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu permasalahan backlog perumahan, rumah tidak layak huni, permukiman kumuh dan rumah liar. Bila diobservasi, penampakan fisik permukiman kumuh dan rumah tidak layak huni tidak jauh berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian indikator untuk permukiman kumuh dan rumah layak huni. Unit amatan dan analisis dalam penelitian ini adalah pemenuhan indikator rumah layak huni di permukiman kumuh Kota Bandar Lampung dan perbandingan indikator permukiman kumuh dan rumah layak huni Indonesia dengan beberapa negara lain (Malaysia, Korea, Australia, Kanada, dan Inggris). Metode yang digunakan adalah metode deduktif kuantitatif dan teknik analisis uji fisher exact dan komparasi indikator. Hasil dari penelitian ini adalah (1) tidak signifikannya hubungan pemenuhan indikator rumah layak huni dan kekumuhan dan (2) Indikator Rumah Layak Huni beberapa negara lain (Malaysia, Korea, Australia, Kanada, dan Inggris). Indikator tersebut merupakan gabungan dari Indikator permukiman kumuh dan rumah layak huni milik Indonesia. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Indikator penentuan permukiman kumuh dan rumah layak huni dapat diintegrasikan sehingga dapat mengefektifkan dan mengefisienkan penanganan permasalahan permukiman di Indonesia Kata Kunci : indikator permukiman kumuh, indikator rumah layak huni, Kota Bandar Lampung, perkembangan kota Pendahuluan Permukiman dan perumahan adalah salah satu elemen pembentuk kota layak huni yang utama [1]. Sehingga pembahasan mengenai permukiman dan perumahan memiliki prioritas tinggi dalam mewujudkan kota layak huni. Dalam pembahasan permukiman, terdapat dua kondisi yang memungkinkan untuk terjadi. Kondisi pertama adalah pertumbuhan permukiman di kawasan yang direncanakan dengan baik. Kondisi kedua adalah pertumbuhan permukiman di kawasan yang berkembang secara alami mengikuti pertumbuhan penduduk dan perkembangan kegiatannya. Permasalahan dalam permukiman secara umum dapat dibagi menjadi empat, yaitu : permasalahan backlog perumahan, rumah tidak layak huni, permukiman kumuh, dan rumah liar. Backlog perumahan merupakan permasalahan dari segi kuantitas, rumah liar merupakan Open Access