Potensi Sumberdaya Kepiting Bakau … (Natanael dan Dhimas Wiharyanto) 36 © Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2016 POTENSI SUMBERDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp.) YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA TARAKAN, PROPINSI KALIMANTAN UTARA Natanael 1) , Dhimas Wiharyanto 2) 1) Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan 2) Staf Pengajar Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No.1, Tarakan. Kalimantan Utara. 77123 2) Email : dhimasborneo@gmail.com ABSTRACT Tarakan city as center collected crab (Scylla sp.) that cacth from estuarine water area at North Kalimantan Province. The crabs for export have many kind size based on species, body complited, soft or hard the carapace, weight and eggs prosentase. The group category of crabs that found in trading Tarakan City have many variation name, They are H7, H5, H3, TG, CBH, CBK, % dan BS. Keywords : Crabs, Estuarine, Variation, North Kalimantan PENDAHULUAN Sumberdaya perikanan Indonesia yang diekspor keluar negeri cukup beragam, salah satunya yang memiliki permintaan tinggi adalah kepiting bakau (Scylla sp). Kepiting bakau (Scylla sp.) adalah salah satu organisme golongan crustacea yang hidup di habitat di hutan mangrove/bakau. Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi dari Indonesia salah satunya yang berasal dari perairan Provinsi Kalimantan Utara. Menurut Gunarto & Cholik (1989) dalam Suman (2002) kepiting bakau merupakan salah komoditas perikanan yang patut dikembangkan karena semakin meningkatnya harga dan permintaan tiap tahun. Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas seluruhnya 657,33 km 2 dimana sekitar 61,85 % terdiri dari lautan yang mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Kota ini merupakan pusat pengumpulan kepiting yang berasal dari hasil tangkapan di wilayah perairan muara propinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan data yang tersedia di Dinas Kelautan dan Perikanan kota Tarakan, bahwa jumlah hasil ekspor kepiting perbulan mencapai 68,77 ton. Jumlah tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan hasil tangkap di alam dan produksi budidaya yang masih sangat minim. Padahal permintaan kepiting tiap bulannya semakin meningkat dan penyebab berkurangnya volume ekspor kepiting bakau (Scylla sp) (DKP Kota Tarakan, 2015). Kepiting bakau (Scylla sp.) yang diperdagangkan di sekitar Kota Tarakan bervariasi yang dapat digolongkan dalam beberapa kriteria atau dikenal sebagai size. Ukuran ini biasanya disesuai dengan kualitas dan jenis kepiting bakau misal berat. Ketersediaan informasi tentang jenis dan ukuran ini sangat penting dan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan upaya pelestarian yang akan dilakukan. Meningkatnya permintaan konsumen terutama dari pasar luar negeri, menjadikan kepiting menjadi salah satu komoditas andalan untuk ekspor non migas mendampingi udang windu. Permintaan kepiting yang terus meningkatnya tersebut,