PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 3, Nomor 2, April 2017 ISSN: 2407-8050 Halaman: 236-240 DOI: 10.13057/psnmbi/m030213 Keanekaragaman spesies lamun pada beberapa ekosistem padang lamun di Kawasan Taman Nasional Bali Barat Seagrass species diversity at various seagrass bed ecosystems in the West Bali National Park Area HARXYLEN KINANTI PURNOMO , YUNI YUSNIAWATI, AFIATRY PUTRIKA, WINDRI HANDAYANI ♥♥ , YASMAN Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia. Gedung E, FMIPA, Kampus UI Depok 16424, Tel.: +62-21-7270163, Fax.: +62-21-78849010, email: xylenkinanti@gmail.com; ♥♥ windri.h@sci.ui.ac.id Manuskrip diterima: 23 Maret 2017. Revisi disetujui: 18 April 2017. Abstrak. Purnomo XK, Yusniawati Y, Putrika A, Handayani W, Yasman. 2017. Keanekaragaman spesies lamun pada beberapa ekosistem padang lamun di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 3: 236-240. Wilayah perairan laut yang ditumbuhi lamun disebut padang lamun dan merupakan suatu ekosistem yang khas. Terdapat sekitar 60 spesies lamun di seluruh dunia, 12 di antaranya terdapat di Indonesia. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kerapatan padang lamun di beberapa pantai di TNBB, sehingga dapat dilakukan pemantauan berulang dan menjadi bagian informasi usaha pelestarian lamun di kawasan tersebut. Survei dilakukan di Pantai Karang Sewu, Prapat Agung, Labuhan Lalang, dan Pulau Menjangan. Keempat pantai tersebut memiliki spesies substrat dan kondisi lingkungan yang berbeda. Pengambilan data menggunakan metode transek kuadran, serta dilakukan pula pengambilan data abiotik seperti spesies substrat, suhu, pH, salinitas, DO, dan intensitas cahaya. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa terdapat 7 spesies lamun di TNBB yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halophila minor, Halodule pinifolia dan Syringodium isoetifolium, dengan spesies dominan yaitu C. rotundata dan H. ovalis. Frekuensi relatif tertinggi di Karang sewu dari lamun E. acoroides dengan nilai 78,13%, sedangkan frekuensi relatif tertinggi di Labuhan Lalang dari lamun T. hemprichii dengan nilai 28,9%. Frekuensi relatif tertinggi di Prapat Agung dan Pulau Menjangan adalah lamun spesies C. rotundata dengan nilai masing-masing sebesar 48,72% dan 48,5%. Labuhan Lalang memiliki komposisi spesies tertinggi dengan 7 spesies spesies yaitu E. acoroides, T. hemprichii, C. rotundata, H. ovalis, H. minor, H. pinifolia dan S. isoetifolium. Kata kunci: Padang lamun, komposisi spesies, frekuensi relatif, Taman Nasional Bali Barat Abstrak. Purnomo XK, Yusniawati Y, Putrika A, Handayani W, Yasman. 2017. Seagrass species diversity at various seagrass bed ecosystems in the West Bali National Park Area. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 3: 236-240. The coastal area overgrown with seagrass known as seagrass bed and are a unique ecosystem. There are about 60 species of seagrasses worldwide which are 12 of them found in Indonesia. West Bali National Park (TNBB) is one of many areas in Indonesia where seagrass ecosystems are found. The research was to survey abiotic factors, diversity, frequency, the relative frequency and the species composition of seagrass at the various coast in TNBB. This information hopefully will help possible repeated monitoring and provide seagrass conservation efforts. The study was conducted at the Karang Sewu, Prapat Agung, Labuhan Lalang, and Menjangan areas. The fourth coast had the type of substrate and the different environmental conditions. All the data retrieved using quadrant transect method, and also conducted abiotic data collection such as the type of substrate, temperature, pH, salinity, DO, and light intensity. Based on the survey results known that there are 7 species of seagrass in TNBB of Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halophila minor, Halodule pinifolia and Syringodium isoetifolium. The dominant species are C. rotundata and H. ovalis. The highest relative frequency in Karang Sewu was E. acoroides with a value of 78.13%, while the highest relative frequency in Labuhan Lalang was T. hemprichii with a value of 28.9%. The highest relative frequency in Prapat Agung and Menjangan was C. rotundata with respective value amounted to 48.72% and 48.5%. Labuhan Lalang had the highest species composition with 7 species are E. acoroides, T. hemprichii, C. rotundata, H. ovalis, H. minor, H. pinifolia and S. isoetifolium. Keywords: Sea grass bed, species composition, relative frequency, West Bali National Park PENDAHULUAN Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem yang terdapat di daerah pesisir. Padang lamun merupakan ekosistem yang terdiri dari satu atau lebih spesies lamun yang berinteraksi dengan faktor biotik dan abiotik di lingkungannya. Lamun merupakan kelompok tumbuhan angiospermae yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap salinitas yang tinggi, menempati perairan laut dengan suhu berkisar 38-42  C (McKenzie 2008), dan berada di daerah intertidal sampai kedalaman 70 m (El Shaffai 2011). Selain itu, lamun berperan sebagai penghubung ekosistem mangrove dengan ekosistem terumbu karang (McKenzie 2008).