Indonesia Medicus Veterinus Januari 2021 10(1): 158-169 pISSN: 2301-7848; eISSN: 2477-6637 DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.158 online pada http://ojs.unud.ac.id/php.index/imv 158 Laporan Kasus: Penanganan Vulnus Laceratum pada Leher Atas Kucing Kampung (TREATMENT OF VULNUS LACERATUM ON THE UPPER NECK OF DOMESTIC CAT: A CASE REPORT) I Gusti Gede Made Yohana Pratama 1 , Anak Agung Gde Jayawardhita 2 1 Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan 2 Laboratorium Ilmu Bedah Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia 80234, Telp/Fax: (0361) 223791. E-mail: yohanapratama27@gmail.com ABSTRAK Vulnus laceratum adalah luka robek yang disertai dengan kehilangan jaringan yang minimum disebabkan oleh trauma. Kucing berusia dua tahun dengan berat badan 2,8 kg mengalami luka yang cukup lebar pada bagian leher atas. Secara fisik kondisi kucing masih aktif, nafsu makan dan minum juga normal. Kucing didiagnosis mengalami vulnus laceratum yang terdapat pada bagian leher atas dengan prognosis fausta. Vulnus laceratum ditangani dengan melakukan pembedahan. Proses bedah terlebih dahulu dilakukan pembersihan luka (cleansing) dengan hidrogen peroksida (H 2 O 2 ) 3%, kemudian pengangkatan jaringan yang mati atau rusak (debridement) untuk membuat luka baru agar bisa menyatu, dan dilanjutkan penutupan luka dengan jahitan (suturing). Pascaoperasi diberikan antibiotik amoksisilin secara intramuskuler serta antiinflamasi berupa deksametason secara per oral hingga hari ke-5, serta pemberian serbuk tabur neomisin dan bacitracin serta iodin sebagai antiseptik daerah luar luka agar tidak terjadi infeksi. Pada hari ke-8 pascaoperasi, luka terlihat mulai membaik dan mengering, kondisi kucing mulai aktif menunjukan tanda kesembuhan. Kata-kata kunci: kucing; pembedahan; luka; vulnus laceratum ABSTRACT Vulnus laceratum is a torn wound accompanied by minimal tissue loss caused by trauma. The cat aged 2 year with a body weight of 2,8 kg has a wide wound on the upper neck. Physically the cat still active, its appetite and drink are also normal. The cats were diagnosed with vulnus laceratum on the half of the neck with a prognosis of fausta. Vulnus laceratum is treated by cleansing the wound with hydrogen peroxide (H 2 O 2 ) 3%, then removing dead or damaged tissue (debridement) to make the wound merge, and continuing wound closure with stitches (suturing). After the operation, antibiotics were given amoxicilin via intramuscular and anti-inflammatory dexamethasone via per oral until the fifth day, as weel as giving an enbatic powder and iodine as an antiseptic for the external are of wound to prevent infection. On the eight day post-operatively the wound looks fused and begins to dry, the cat condition is active and showing signs of healing. Keywords: cat; surgery; wound; vulnus laceratum PENDAHULUAN Hewan kesayangan merupakan hewan yang sangat menguntungkan untuk dikembangkan dengan berbagai tujuan dan dapat memberikan sumbangan untuk kebahagiaan