Wajah Hukum Volume 5(1), April 2021, 314-320 Fakultas Hukum Universitas Batanghari Jambi ISSN 2598-604X (Online) | DOI 10.33087/wjh.v5i1.288 314 Kesiapan Lapas Kelas I Bandar Lampung Dalam Menghadapi Bencana Alam Ganda Aulia Wicaksana*, Padmono Wibowo Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia Jalan Raya Gandul No. 4 Kec.Cinere, Kota Depok, Prov. Jawa Barat, Indonesia *Correspondence email: gandaaulia1@gmail.com, padmonowibowo@gmail.com Abstrak. Keadaan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia yang saat ini sedang over capacity atau kelebihan kapasitas serta Letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh puluhan gunung berapi yang masih aktif juga berada di zona atau area ring of fire yang membuat kondisi negara Indonesia sangat berbahaya dan rawan terjadinya bencana. Namun masih banyak ditemukan kurangnya kesadaran pegawai mengenai kecelakaan kerja dan kurangnya rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja di UPT pemasyarakatan. Sehingga menyebabkan banyaknya terjadi kerusuhan di Lapas karena terjadi bencana. Tujuan penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan di lapas, implementasi jalur evakuasi di lapas dan peninjauan pelaksanaan jalur evakuasi di Lapas. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data yang diperoleh berupa observasi lapangan, wawancara dan studi studi literatur sebagai sumber data sekunder. Penelitian ini dilakukan di Lapas Kelas I Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan di lapas, untuk mengetahui implementasi jalur evakuasi di Lapas dan dapat melakukan evaluasi pelaksanaan keselamatan bencana alam maupun bencana yang lainnya berdasarkan hasil implementasi jalur evakuasi di Lapas serta mekanisme pelaksanaan jalur evakuasi sebagai kesiapan suatu Lapas dalam menghadapi, mengantisipasi dan mencegah terjadinya bencana. Penelitian ini membahas mengenai betapa pentingnya pemenuhan rambu keselamatan dan kesehatan kerja berupa jalur evakuasi untuk memberikan rasa aman dan keselamatan dalam bekerja. Penelitian ini juga membahas mengenai pelaksanaan rambu keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pemenuhan hak bagi narapidana. Sehingga penelitian ini diharapkan akan membuat pandangan masyarakat mengenai narapidana tidak selalu negatif dan merubah pandangan masyarakat terhadap kehidupan narapidana di Lapas. Kata kunci: keselamatan kerja, kesehatan kerja, jalur evakuasi, bencana, narapidana Abstract. The condition of correctional institutions in Indonesia which is currently over capacity or overcapacity as well as the geographical location of Indonesia which is surrounded by dozens of active volcanoes which are also in the zone or ring of fire area which makes the condition of the Indonesian state very dangerous and prone to disasters. However, there are still many lack of employee awareness regarding work accidents and a lack of Occupational Safety and Health signs in the correctional Technical Implementation Unit. So that it caused a lot of riots in the correctional institutions because of the disaster. The purpose of this study discusses the factors that cause accidents in prisons, the implementation of evacuation routes in prisons and a review of the implementation of evacuation routes in prisons. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach, the data sources obtained are field observations, interviews and literature studies. Data collection techniques are direct observation and interviews as primary data and literature studies and theory studies as secondary data. This research was conducted at the Class I Correctional Institution in Bandar Lampung. The results of this study are to be able to find out the factors that cause accidents in prisons, to find out the implementation of evacuation routes in prisons and to be able to evaluate the implementation of safety for natural disasters and other disasters based on the results of implementing the evacuation routes in prisons and the mechanisms for implementing evacuation routes. as the readiness of a correctional institution in dealing with, anticipating and preventing disasters. This study discusses the importance of fulfilling occupational safety and health signs in the form of evacuation routes to provide a sense of security and safety at work. This research also discusses the implementation of occupational safety and health signs as the fulfillment of the rights of prisoners. So that this research is expected to make people's views about prisoners not always negative and change people's views on the life of prisoners in prisons. Keywords: occupational safety and health, evacuation routes, disaster, prisoners PENDAHULUAN Narapidana telah diatur oleh negara untuk mendapatkan haknya seperti warga negara yang lain narapidana mempunyai hak serta kewajiban yang diatur oleh negara, Kepenjaraan merupakan sistem yang berbeda jauh dengan sistem Pemasyarakatan yang memberikan pembinaan bagi narapidananya tetapi sistem kepenjaraan lebih menekankan kepada penjeraan agar tidak mengulangi tindakannya. Sehingga dengan merujuk pada hal itu banyak faktor yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bahkan hal itu tidak sesuai dengan cita-cita Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konsepsi hukum nasional yang berdasarkan Pancasila tidak relevan dan tidak ada hubungannya dengan sistem kepenjaraan. Hal inilah yang menyebabkan Munculnya istilah “Pemasyarakatan” dengan munculnya Pemasyarakatan secara resmi menggantikan istilah “Kepenjaraan” yaitu pada tanggal 27 April 1964, pemasyarakatan pertama kali dicetuskan oleh bapak Dr. Sahardjo menteri kehakiman pada saat itu melalui amanat